Ketika hendak bertasbih, Sayyidah Fathimah as. mengambil benang yang terbuat dari bulu kambing, kemudian ia menggulungnya sebanyak jumlah takbir dalam bentuk yang bulat. Ia memegangnya dan memutarkanya sembari berdzikir membaca tasbih.
Begitulah Sayyidah Fathimah as. senantiasa bertasbih hingga hari kesyahidan Sayyidina Hamzah bin Abdul Mutthalib Rasulullah Saw. Setelah itu, ia mengganti tasbihnya dengan tanah kuburan Sayyidina Hamzah. Sejak saat itu ia berdzikir dengan tasbih yang beliau buat dari tanah tersebut. Kemudian masyarakat mengikuti apa yang dilakukan oleh beliau. Mereka juga membuat tasbih dari tanah dan menggunakannya untuk berdzikir.
Hal ini terus berlanjut hingga masa kesyahidan Imam Husain as. di padang Karbala. Lantaran tanah kuburan Imam Husain as. itu memiliki keutamaan yang melebihi tanah lainnya, masyarakat menggunakan tanah tersebut sebagai tasbih. Dan setelah itu, tasbih mereka dibuat dari tanah kubur Imam Husain as. Bihar al-Anwar jilid. 85, hal. 333.
Walaupun pada saat ini banyak tasbih yang dibuat dari selain tanah Karbala, akan tetapi yang lebih utama adalah tasbih yang terbuat dari tanah itu, yaitu tanah di mana Imam Husain as dikebumikan.
Kronologi Tasbih Sayyidah Fathimah Zahra as
Januari 13, 2008Soeharto VS Soekarno
Januari 13, 2008
Catatan:
Asvi Warman AdamTanggal 12 Januari 2008 pukul 09.44 di Cendana, Ismail Saleh membagikan fotokopi tulisannya yang dimuat pada harian Pelita berjudul Marilah Kita Bangsa Indonesia Wujudkan Petuah: Mikul Dhuwur Mendhem Jero. Di dalam artikel yang ditulis mantan Jaksa Agung era Orde Baru itu dikatakan bahwa Soeharto mengagungkan nama Soekarno dan mengubur dalam-dalam kesalahan Bung Karno.
Betulkah Soeharto melaksanakan prinsip menghormati orang yang lebih tua itu dalam kasus upaya pengadilan terhadap mantan Presiden Soekarno dan lebih-lebih dalam perawatan sang proklamator? Presiden Soekarno tidak dibawa ke pengadilan dengan alasan yang sangat strategis. Kalau dia disidangkan, tentu akan timbul protes dari para pendukung Bung Karno yang masih banyak. Di samping itu, pengadilan bisa membebaskannya karena tidak cukup bukti dia terlibat dalam upaya kudeta yang janggal itu.
Sementara itu, perawatan yang diberikan kepada Presiden Soekarno betul-betul tidak manusiawi. Bagai bumi dengan langit bila dibandingkan dengan perawatan sempurna yang diterima orang kuat Orde Baru itu. Selama 10 kali mengalami masalah kesehatan sejak berhenti jadi presiden pada 1998, Soeharto betul-betul memperoleh perhatian medis yang luar biasa. Baca entri selengkapnya »
Tasbih Sayyidah Fathimah Zahra as
Januari 13, 2008Imam Ali as menuturkan, “Pada suatu hari, sejumlah raja Ajam (non-Arab) mengirim beberapa budak wanita sebagai hadiah kepada Rasulullah Saw. Aku berkata kepada Fathimah as., ‘Datanglah engkau kepada Rasulullah dan mintalah darinya pembantu (untuk mengurusi rumah)!’”. Sayyidah Fathimah as. pergi mendatangi ayahandanya, kemudian ia meminta dari beliau. Rasulullah Saw. berkata, “Wahai Fathimahku! Aku akan memberikanmu sesuatu, yang lebih baik dari pembantu, bahkan lebih baik dari dunia dan seisinya; “Setiap setelah melakukan salat, bacalah tiga puluh empat kali Allahu Akbar, tiga puluh tiga kali Alhamdulillah, dan tiga puluh tiga kali Subhanallah, kemudian akhiri dengan membaca Lailahaillallah! Pekerjaan ini lebih baik daripada yang engkau minta, dunia dan seisinya ada di dalamnya.” Setelah itu Sayyidah Fathimah selalu membaca tasbih ini setiap kali seusai menunaikan ibadah salat. Oleh karena itu, tasbih ini dinisbahkan kepada beliau. Bihar al-Anwar jilid. 85, hal. 336.
Ditulis oleh behesti
Ditulis oleh behesti
Ditulis oleh behesti