<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Renungan</title>
	<atom:link href="http://behesti.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://behesti.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Jan 2008 11:14:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='behesti.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Renungan</title>
		<link>http://behesti.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://behesti.wordpress.com/osd.xml" title="Renungan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://behesti.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Club Itali berlogo Gambar Hizbullah</title>
		<link>http://behesti.wordpress.com/2008/01/17/club-itali-berlogo-gambar-hizbullah/</link>
		<comments>http://behesti.wordpress.com/2008/01/17/club-itali-berlogo-gambar-hizbullah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 11:09:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>behesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://behesti.wordpress.com/2008/01/17/club-itali-berlogo-gambar-hizbullah/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=122&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://behesti.files.wordpress.com/2008/01/italian-team1.jpg" title="italian-team1.jpg"><img src="http://behesti.files.wordpress.com/2008/01/italian-team1.jpg?w=450" alt="italian-team1.jpg" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/behesti.wordpress.com/122/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/behesti.wordpress.com/122/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/behesti.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/behesti.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/behesti.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/behesti.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/behesti.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/behesti.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/behesti.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/behesti.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/behesti.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/behesti.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/behesti.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/behesti.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/behesti.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/behesti.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=122&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://behesti.wordpress.com/2008/01/17/club-itali-berlogo-gambar-hizbullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5494aeca9d963b07abdbe9e95011c673?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abdillah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://behesti.files.wordpress.com/2008/01/italian-team1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">italian-team1.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebangkitan Imam Husein as dan Tujuannya</title>
		<link>http://behesti.wordpress.com/2008/01/17/kebangkitan-imam-husein-as-dan-tujuannya/</link>
		<comments>http://behesti.wordpress.com/2008/01/17/kebangkitan-imam-husein-as-dan-tujuannya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 11:05:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>behesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://behesti.wordpress.com/2008/01/17/kebangkitan-imam-husein-as-dan-tujuannya/</guid>
		<description><![CDATA[Dengan sedikit renungan sepintas terhadap kondisi umum masa itu, akan jelas bagi kita rahasia keputusan Imam Husein as (untuk menentang penguasa diktator pada waktu itu). Periode sejarah paling gelap yang telah menimpa keluarga Rasulullah SAWW dan para pengikut mereka adalah periode dua puluh tahun pemerintahan Mu’awiyah. Setelah berhasil merebut khilafah Islam—dengan segala kelicikan—dan menjadi pemimpin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=118&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan sedikit renungan sepintas terhadap kondisi umum masa itu, akan jelas bagi kita rahasia keputusan Imam Husein as (untuk menentang penguasa diktator pada waktu itu). Periode sejarah paling gelap yang telah menimpa keluarga Rasulullah SAWW dan para pengikut mereka adalah periode dua puluh tahun pemerintahan Mu’awiyah. Setelah berhasil merebut khilafah Islam—dengan segala kelicikan—dan menjadi pemimpin dunia Islam yang terbentang luas kala itu, ia mengerahkan seluruh daya dan kekuatannya untuk mempekokoh tiang-tiang kepemimpinannya dan membasmi Ahlulbait as. Bukan hanya ingin membasmi mereka, bahkan ia menginginkan supaya nama dan kenangan mereka sirna dari ingatan umat manusia. Dengan segala cara, ia berhasil merekrut sekelompok sahabat Rasulullah SAWW yang kala itu dipercaya dan dihormati oleh masyarakat. Ia memerintahkan agar hadis-hadis palsu yang memihak sahabat dan mengesampingkan Ahlulbait as diproduksi sebanyak mungkin. Atas instruksinya juga, Amirul Mukminin as dilaknat dan dicela di atas mimbar-mimbar masjid di seluruh penjuru negara Islam, bak sebuah kewajiban agama. Dengan perantara para anteknya, seperti Ziyâd bin Abîh, Samurah bin Jundab, Busr bin Artât, dan lain-lainnya, ia membantai setiap pengikut Ahlulbait as dimana pun ia dijumpai. Dalam hal ini, ia telah menggunakan segala cara, seperti membeli dengan urang, kekerasan, iming-iming kekuasaan, dan ancaman. Dalam kondisi seperti ini, secara otomatis, mayoritas masyarakat akan enggan untuk menyebut-nyebut nama Ali dan keluarga beliau, dan mereka yang memiliki hubungan kecintaan lama dengan mereka, karena khawatir terhadap jiwa, harta, dan harga dirinya, akan memutuskan hubungan mereka dengan Ahlulbait as. Kita dapat memahami rahasia kebangkitan Imam Husein as dari realita bahwa seluruh masa imâmah beliau yang berlangsung sekitar sepuluh tahun, sezaman dengan pemerintahan Mu’awiyah kecuali beberapa bulan terakhir. Selama masa itu, tidak satu pun hadis dalam dunia fiqih Islam yang berasal dari beliau meskipun beliau bertugas sebagai imam pada masa itu dan penjelas hukum-hukum Islam. Yang kami maksud adalah hadis-hadis beliau yang dinukil oleh masyarakat sebagai bukti keloyalan hubungan mereka (dengan Ahlulbait as), bukan hadis-hadis yang dinukil dari para imam setelah beliau as. Dari sini dapat dipahami bahwa pada masa itu pintu rumah Ahlulbait as ditutup dan hubungan masyarakat dengan mereka mencapai titik nol. Tekanan-tekanan penguasa yang senatiasa memuncak dan mendominasi seluruh penjuru negara Islam tidak mengizinkan kepada Imam Husein as untuk meneruskan perlawanan atau peperangan beliau terhadap Mu’awiyah, dan perlawanan semacam ini pun tidak akan membuahkan hasil ang berarti. Karena: Pertama, Mu’awiyah telah mengambil bai’at dari beliau, dan dengan adanya bai’at ini, tidak seorang pun siap untuk membantu beliau. Kedua, Mu’awiyah telah memperkenalkan dirinya sebagai salah satu sahabat besar Rasulullah SAWW, penulis wahyu, dan tangan kanan ketiga khalifah Muslimin kepada khalayak ramai, dan menjuluki dirinya dengan Khâlul Mukminin (Paman Mukminin). Ketiga, dengan kelicikannya, Mu’awiyah dengan mudah dapat membunuh Imam Husein as melalui tangan orang-orang kepercayaannya, dan setelah itu, ia akan bangkit menuntut balas atas kematian beliau dan (berpura-pura) mendirikan majlis bela-sungkawa atas kematian beliau. Mu’awiyah telah berhasil menciptakan kehidupan Imam Husein as sedemikian rupa sehingga beliau tidak merasa aman meskipun di dalam rumah peribadi beliau, dan pada akhirnya, ia akan dapat membunuh beliau dengan racun melalui tangan istri beliau sendiri. Setelah Mu’awiyah dijemput ajal, Imam Husein as memberontak melawan Yazîd dan mengorbankan seluruh keluarga, sampai-sampai putra beliau yang masih menyusu di jalan (Islam). Pada masa imâmah beliau yang mayoritasnya sezaman dengan pemerintahan Mu’awiyah, beliau tidak mampu melakukan pengorbanan<span id="more-118"></span> besar semacam itu. Karena, di hadapan kelicikan Mu’wiyah yang pada lahiriahnya benar dan bai’at yang telah beliau berikan kepadanya, kebangkitan dan syahâdah beliau sedikit pun tidak akan membuahkan hasil. Inilah sekelumit kondisi mengenaskan yang telah diwujudkan oleh Mu’awiyah di seluruh penjuru negara Islam yang telah berhasil menutup pintu rumah Rasulullah SAWW dan mengesampingkan Ahlubait as dari fungsi dan keutamaan mereka. Kematian Mu’awiyah dan Kekuasaan Yazîd Pukulan terakhir Mu’awiyah terhadap tubuh Islam dan Muslimin adalah perubahan sistem khilâfah Islam menjadi sistem kerajaan diktator dan sistem warisan. Ia telah menentukan anaknya, Yazîd sebagai penggantinya padahal Yazîd bukanlah seseorang sosok figur Islam—meskipun dalam rangka ingin mengelabuhi (masyarakat seperti ayahnya)—dan ia selalu menghabiskan hari-harinya—secara terang-terangan—dalam kontes-kontes nyanyian dan tarian, foya-foya, dan bermain-main dengan kera, serta tidak sedikit pun memiliki rasa kepedulian terhadap agama. Lebih dari itu, ia tidak meyakini agama Islam sedikit pun. Ketika para tawanan Ahlulbait as dan kepala-kepala terpotong para syuhadâ Karbala digiring memasuki Damsyiq (Syiria sekarang) dan ia keluar (dari istananya) untuk menyaksikan tontonan itu, suara burung gagak sampai ke telinganya. Ia berkata, “Bagaimana pun aku telah melunasi utang-utangku dari Rasulullah SAWW”.[2] Begitu juga, ketika para tawanan Ahlulbait as dan kepala Imam Husein as dibawa ke hadapannya, ia melantunkan sya’ir yang di antaranya berbunyi, “Hasyim telah bermain dengan kerajaan, tak pernah satu berita pun datang dan tak satu wahyu pun turun”. Kepemimpinan Yazîd sebagai kepanjangan tangan politik Mu’awiyah telah mempertegas kondisi Islam dan Muslimin. Di antaranya adalah kondisi Ahlulbait as dalam hubungannya dengan Muslimin dan para pengikut mereka yang memang harus dikubur habis. Dalam kondisi semacam ini, satu-satunya perantara dan faktor yang menentukan untuk membumi-hanguskan Ahlulbait as dan mengikis habis akar-akar kebenaran dan hakikat adalah bai’at Imam Husein as dengan Yazîd sebagai khalifah Rasulullah SAWW yang harus ditaati. Imam Husein as dan Bai’at dengan Yazîd Dengan mempertimbangkan kedudukan imâmah dan kepemimpinan yang dimilikinya, Imam Husein as enggan berbai’at dengan Yazîd dan mengambil keputusan yang dapat meluluh-lantakkan agama ini. (Dengan demikian), beliau tidak memiliki tugas kecuali menolak bai’at (terhadap Yazîd), dan Allah tidak menginginkan dari beliau hal itu. Akibat Menolak Bai’at Dari satu sisi, menolak bai’at tersebut akan memiliki efek yang sangat pahit dan menyakitkan. Karena, penguasa yang tak tertandingi kekuatannya kala itu dengan segala kekuatan yang dimilikinya menginginkan bai’at (dari Imam as) dan ia tidak akan puas dengan selain itu. Atas dasar ini, syahâdah Imam Husein as jika beliau menolak bai’at adalah satu hal yang pasti dan tak dapat dihindari. Menimbang maslahat dan kepentingan Islam dan Muslimin, Imam Husein as mengambil keputusan untuk menolak bai’at dan rela terbunuh. Tanpa sedikit keraguan, beliau lebih memilih mati daripada hidup, dan satu-satunya taktlîf syar’i beliau kala itu adalah menolak bai’at dan menerima kematian. Dan ini adalah arti sebagian hadis yang mengindikaskan bahwa Rasulullah SAWW bersabda kepada beliau di alam mimpi, “Allah ingin melihatmu dalam keadaan terbunuh”. Begitu pula ketika sebagian sahabat ingin mencegah beliau untuk berangkat ke medan laga, beliau berkata kepada mereka, “Allah ingin melihat aku dalam keadaan terbunuh”. Ala kulli hal, yang dimaksud (di sini) adalah kehendak tasyri’i, bukan kehendak takwini. Karena—sebagaimana telah kami jelaskan sebelumnya—kehendak takwini Allah sama sekali tidak memiliki pengaruh terhadap kehendak dan pekerjaan (seseorang)[3]. Memilih Mati daripada Hidup Ya! Imam Husein as mengambil keputusan untuk menolak bai’at dan sebagai efeknya, beliau akan terbunuh, serta lebih mementingkan “mati” daripada hidup. Dan kornologi peristiwa membuktikan kebenaran pilihan beliau. Karena, syahâdah beliau dengan kondisi yang menyayat hati itu telah berhasil membuktikan kemazluman (ketertindasan) dan kebenaran Ahlulbait as, dan pasca syahâdah beliau, kebangkitan dan perlawanan (terhadap penguasa) terus berlangsung hingga dua belas tahun lamanya. Setelah itu, rumah yang pada masa beliau hidup tidak dikenal orang itu, dengan sedikit kestabilan kondisi pada masa Imam al-Bâqir as, para pengikut Ahlulbait as bak banjir mendatangi rumah itu dari berbagai penjuru negeri. Semenjak saat itu, hari demi hari angka para pengikut Ahlulbait as semakin bertambah dan kebenaran mereka terus bercahaya gemilau di setiap penjuru pemerintahan Islam. Pondasi semua itu adalah kebenaran Ahlulbait as yang disertai dengan ketertindasan, dan pemrakarsa semua itu adalah Imam Husein as. Membandingkan kondisi Ahlulbait as dan sambutan masyarakat terhadap mereka pada masa beliau hidup dengan kondisi mereka setelah beliau syahîd setelah empat belas abad berlalu dan tahun demi tahun terus bertambah dalam dan semakin baru akan membuktikan kebenaran pilihan beliau itu. Dan sya’ir yang beliau lantunkan (ini)—menurut sebagian hadis—mengindikaskan hal tersebut. “&#8230; Kami bukan pengecut, akan tetapi, ajal kamilah yang telah datang menjemput, dan (kami pergi) demi orang-orang mendatang”. Dan karena mempertimbangkan hal tersebut Mu’awiyah berwasiat kepada Yazîd jika Husein bin Ali menolak untuk berbai’at, hendaknya jangan sampai mengusiknya. Mu’awiyah berwasiat demikian bukan atas dasar ketulusan hati dan kecintaan (kepada beliau), bahkan ia mengetahui bahwa Husein bin Ali bukan potongan orang yang gampang diambil bai’at, dan jika ia terbunuh oleh tangan Yazîd, Ahlulbait as akan mendapatkan stempel “tertindas”. Dan hal ini akan sangat berbahaya bagi dinasti Bani Umaiyah, sedangkan bagi Ahlulbait as merupakan jalan terideal untuk tabligh dan kemajuan (misi). Imam Husein as dan Tugas Ilahi Imam Husien as mengetahui tugas Ilahi (yang harus beliau emban), yaitu menolak bai’at. Beliau melebihi orang lain mengenal kekuatan Bani Umaiyah yang tak tertandingi dan jati diri Yazîd. Beliau menyadari bahwa efek yang tak dapat dihindari dari menolak bai’at adalah keterbunuhan dan melaksanakan tugas Ilahi ini akan meminta syahâdah. Tugas ini telah beliau ungkapkan dalam beberapa kesempatan dengan ungkapan yang berbeda-beda. Ketika berada di istana penguasa Madinah yang meminta bei’at dari beliau, beliau menegaskan, “Orang seperti aku tidak akan pernah berbai’at kepada orang seperti Yazîd”. Ketika keluar dari kota Madinah pada malam hari, beliau menukil sabda Rasulullah SAWW kepada beliau dalam mimpi, “Allah menginginkan engkau terbunuh”. Dalam khotbah yang beliau lontarkan ketika hendak meninggalkan Makkah dan ketika menjawab sebagian sahabat yang ingin mencegah beliau berangkat menuju Irak, beliau mengulangi sabda Rasulullah SAWW tersebut. Ketika menjawab sebagian tokoh Arab yang memaksa beliau untuk memngurungkan niatnya berangkat ke Kufah, karena beliau akan terbunuh, beliau menjawab, “Hal ini telah kuketahui. Akan tetapi, mereka tidak akan pernah membiarkanku. Ke mana pun aku pergi dan di mana pun aku berada, mereka pasti akan membunuhku”. Sebagian hadis tersebut meskipun bertentangan dengan hadis yang lain atau lemah dari segi sanad, akan tetapi, menilik kondisi masa itu dan mencermati permasalahan yang terjadi akan menguatkan hadis-hadis di atas. Metode Imam Husein as yang Berbeda-beda Bukan yang kami maksud dengan statemen bahwa tujuan kebangkitan Imam Husein as adalah syahâdah dan Allah menginginkan kesyahidan beliau adalah Allah menginginkan supaya beliau menolak bai’at dan kemudian berdiam diri seraya meminta dari bala tentara Yazîd untuk datang membunuh beliau. Lalu, dengan cara yang menggelikan ini beliau telah dianggap melaksanakan tugasnya dan hal itu layak disebut kebangkitan! Bukan! Akan tetapi, yang kami maksud adalah bangkit melawan pemerintahan Yazîd, menolak berbai’at kepadanya, dan penolakannya yang akan menyebabkan beliau syahîd itu harus diaplikasikan melalui setiap cara yang mungkin. Dari sini kita menyaksikan, selama masa kebangkitan metode Imam Husein as berbeda-beda sesuai dengan situasi dan kondisi yang berlaku. Pada permulaan kebangkitan ketika berada di bawah penekanan penguasa Madinah, beliau meninggalkan Madinah menuju Makkah sebagai kota haram dan pusat agama pada malam hari dan selama beberapa bulan beliau hidup di sana dengan suaka politik. Di Makkah, beliau berada di bawah pengawasan rahasia para intelijen pemerintah hingga diputuskan melalui perantara sekelompok orang-orang bayaran beliau harus dibunuh pada musim haji atau ditangkap dan dikirm ke Syam (Syiria). Dan dari satu sisi, banjir ribuan surat dari Irak telah tertuju kepada beliau yang menjanjikan bantuan dan mengundang beliau untuk datang ke sana. Surat terakhir yang secara terang-terangan dikirimkan sebagai penyempurna hujjah (demi kedatangan beliau ke Irak)—seperti dijelaskan oleh sebagian ahli sejarah—berasal dari penduduk Kufah. Setelah itu, beliau mengambil keputusan untuk berangkat dan mengadakan perlawanan berdarah. Pertama kali, sebagai penyempurna hujjah (atas ketulusan mereka para pengirim surat), beliau mengutus Muslim bin Aqil ke Kufah sebagai wakil beliau. Tidak lama kemudian, surat Muslim bin Aqil sampai ke tangan beliau yang memberitahukan bahwa kondisi untuk mengadakan perlawanan sangat membantu. Dengan menilik kedua faktor di atas, yaitu (pertama,) menyusupnya orang-orang bayaran Syam (ke Makkah) untuk membunuh atau menangkap beliau dan (kedua,) menjaga kehormatan Baitullah dan kesiapan Irak untuk mengadakan perlawanan, beliau berangkat menujuh Kufah. Kemudian, di pertengahan jalan ketika mendengar pembantaian Muslim dan Hani yang mengenaskan, beliau merubah metode perlawanan dan mengganti perang aktif (tahâjumî) dengan perang pasif (difâ’î) serta menyeleksi anggota pasukan beliau. Dengan bersama para sahabat yang siap membantu beliau hingga titik darah penghabisan, beliau berangkat menuju medan laga. &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; [1] Makalah ini dicuplik dari buku Bist maqâleh, karya Ridhâ Ustadi, hal. 438-444. [2] Tafsir Rûh al-Ma’ânî, karya al-Âlûsî, jilid 26, hal. 66, menukil dari Târîkh Ibnu al-Wardî dan buku al-Wâfî bi al-Wafayât. [3] Karena kehendak takwini berhubungan langsung dengan alam nyata dan kehendak serta pilihan manusia tidak akan berpengaruh dalam hal ini. Setiap yang dikehedaki oleh Allah secara takwini, pasti akan terwujud tanpa harus bergantung kepada pilihan dan kehendak manusia. Berbeda dengan kehendak tasyri’i. (Allâmah Sayid Muhammad Husein ath-Thabâthabai)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/behesti.wordpress.com/118/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/behesti.wordpress.com/118/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/behesti.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/behesti.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/behesti.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/behesti.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/behesti.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/behesti.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/behesti.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/behesti.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/behesti.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/behesti.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/behesti.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/behesti.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/behesti.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/behesti.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=118&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://behesti.wordpress.com/2008/01/17/kebangkitan-imam-husein-as-dan-tujuannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5494aeca9d963b07abdbe9e95011c673?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abdillah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://behesti.wordpress.com/2008/01/17/120/</link>
		<comments>http://behesti.wordpress.com/2008/01/17/120/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 11:05:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>behesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://behesti.wordpress.com/2008/01/17/120/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=120&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://behesti.files.wordpress.com/2008/01/italian-team.jpg?w=450" alt="italian-team.jpg" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/behesti.wordpress.com/120/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/behesti.wordpress.com/120/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/behesti.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/behesti.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/behesti.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/behesti.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/behesti.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/behesti.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/behesti.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/behesti.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/behesti.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/behesti.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/behesti.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/behesti.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/behesti.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/behesti.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=120&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://behesti.wordpress.com/2008/01/17/120/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5494aeca9d963b07abdbe9e95011c673?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abdillah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://behesti.files.wordpress.com/2008/01/italian-team.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">italian-team.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kronologi Tasbih Sayyidah Fathimah Zahra as</title>
		<link>http://behesti.wordpress.com/2008/01/13/kronologi-tasbih-sayyidah-fathimah-zahra-as/</link>
		<comments>http://behesti.wordpress.com/2008/01/13/kronologi-tasbih-sayyidah-fathimah-zahra-as/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 10:38:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>behesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://behesti.wordpress.com/2008/01/13/kronologi-tasbih-sayyidah-fathimah-zahra-as/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika hendak bertasbih, Sayyidah Fathimah as. mengambil benang yang terbuat dari bulu kambing, kemudian ia menggulungnya sebanyak jumlah takbir dalam bentuk yang bulat. Ia memegangnya dan memutarkanya sembari berdzikir membaca tasbih. Begitulah Sayyidah Fathimah as. senantiasa bertasbih hingga hari kesyahidan Sayyidina Hamzah bin Abdul Mutthalib Rasulullah Saw. Setelah itu, ia mengganti tasbihnya dengan tanah kuburan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=115&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika hendak bertasbih, Sayyidah Fathimah as. mengambil benang yang terbuat dari bulu kambing, kemudian ia menggulungnya sebanyak jumlah takbir dalam bentuk yang bulat. Ia memegangnya dan memutarkanya sembari berdzikir membaca tasbih.<br />
Begitulah Sayyidah Fathimah as. senantiasa bertasbih hingga hari kesyahidan Sayyidina Hamzah bin Abdul Mutthalib  Rasulullah Saw. Setelah itu, ia mengganti tasbihnya dengan tanah kuburan Sayyidina Hamzah. Sejak saat itu ia berdzikir dengan tasbih yang beliau buat dari tanah tersebut. Kemudian masyarakat mengikuti apa yang dilakukan oleh beliau. Mereka juga membuat tasbih dari tanah dan menggunakannya untuk berdzikir.<br />
Hal ini terus berlanjut hingga masa kesyahidan Imam Husain as. di padang Karbala.  Lantaran tanah kuburan Imam Husain as. itu memiliki keutamaan yang melebihi tanah  lainnya, masyarakat menggunakan tanah tersebut sebagai tasbih. Dan setelah itu, tasbih mereka dibuat dari tanah kubur Imam Husain as. Bihar al-Anwar jilid. 85, hal. 333.<br />
	Walaupun pada saat ini banyak tasbih yang dibuat dari selain tanah Karbala, akan tetapi yang lebih utama adalah tasbih yang terbuat dari tanah itu, yaitu tanah di mana Imam Husain as dikebumikan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/behesti.wordpress.com/115/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/behesti.wordpress.com/115/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/behesti.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/behesti.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/behesti.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/behesti.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/behesti.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/behesti.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/behesti.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/behesti.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/behesti.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/behesti.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/behesti.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/behesti.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/behesti.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/behesti.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=115&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://behesti.wordpress.com/2008/01/13/kronologi-tasbih-sayyidah-fathimah-zahra-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5494aeca9d963b07abdbe9e95011c673?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abdillah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Soeharto VS Soekarno</title>
		<link>http://behesti.wordpress.com/2008/01/13/soeharto-vs-soekarno/</link>
		<comments>http://behesti.wordpress.com/2008/01/13/soeharto-vs-soekarno/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 10:26:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>behesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://behesti.wordpress.com/2008/01/13/soeharto-vs-soekarno/</guid>
		<description><![CDATA[Catatan: Asvi Warman AdamTanggal 12 Januari 2008 pukul 09.44 di Cendana, Ismail Saleh membagikan fotokopi tulisannya yang dimuat pada harian Pelita berjudul Marilah Kita Bangsa Indonesia Wujudkan Petuah: Mikul Dhuwur Mendhem Jero. Di dalam artikel yang ditulis mantan Jaksa Agung era Orde Baru itu dikatakan bahwa Soeharto mengagungkan nama Soekarno dan mengubur dalam-dalam kesalahan Bung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=114&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><font size="4"></font></strong></p>
<p><font size="2" face="Arial"><br />
Catatan:<br />
Asvi Warman Adam</font><font size="2" face="Arial">Tanggal 12 Januari 2008 pukul 09.44 di Cendana, Ismail Saleh membagikan fotokopi tulisannya yang dimuat pada harian Pelita berjudul Marilah Kita Bangsa Indonesia Wujudkan Petuah: Mikul Dhuwur Mendhem Jero. Di dalam artikel yang ditulis mantan Jaksa Agung era Orde Baru itu dikatakan bahwa Soeharto mengagungkan nama Soekarno dan mengubur dalam-dalam kesalahan Bung Karno.</p>
<p>Betulkah Soeharto melaksanakan prinsip menghormati orang yang lebih tua itu dalam kasus upaya pengadilan terhadap mantan Presiden Soekarno dan lebih-lebih dalam perawatan sang proklamator? Presiden Soekarno tidak dibawa ke pengadilan dengan alasan yang sangat strategis. Kalau dia disidangkan, tentu akan timbul protes dari para pendukung Bung Karno yang masih banyak. Di samping itu, pengadilan bisa membebaskannya karena tidak cukup bukti dia terlibat dalam upaya kudeta yang janggal itu.</p>
<p>Sementara itu, perawatan yang diberikan kepada Presiden Soekarno betul-betul tidak manusiawi. Bagai bumi dengan langit bila dibandingkan dengan perawatan sempurna yang diterima orang kuat Orde Baru itu. Selama 10 kali mengalami masalah kesehatan sejak berhenti jadi presiden pada 1998, Soeharto betul-betul memperoleh perhatian medis yang luar biasa.<span id="more-114"></span></p>
<p>Jenderal besar Soeharto dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina pada ruang 536 yang seakan-akan sudah menjadi ruang khusus perawatan presiden. Bukan hanya dokter kepresidenan, tetapi juga dokter ahli lain dikerahkan sehingga sampai berjumlah puluhan orang. Maka, berdatanganlah para selebriti pemerintahan, dari mantan pejabat era Orde Baru sampai kepada presiden dan wakilnya. Awal Januari 2008 ketika Soeharto kembali masuk rumah sakit, dia memperoleh perhatian yang luar biasa dari kru televisi yang berbondong-bondong menunggu pengumuman hasil kesehatan setiap hari dan malam.</p>
<p>Berita medis itu berfluktuasi, kesehatan Soeharto menurun, membaik, membaik dari pagi tadi tetapi masih kritis, gawat tetapi masih bisa diatasi, tergantung dari alat-alat bantu. Bahkan, Menteri Kesehatan yang entah terselip lidah mengatakan bahwa Soeharto mengalami kehidupan semu karena fungsi-fungsi organ tubuhnya saat ini digantikan oleh mesin.</p>
<p>Perawatan Bung Karno</p>
<p>Soekarno pernah mengalami gangguan ginjal dan pernah dirawat di Wina pada 1961 dan 1964. Prof Dr K. Fellinger menyarankan agar ginjal kiri tersebut diangkat saja. Bung Karno menjawab, &#8220;Nanti saja, ik moet mijn taak afronde (Saya harus menyelesaikan tugas saja). Tugas yang belum selesai itu adalah mengembalikan Irian Barat ke pangkuan RI. Pada masa selanjutnya, pengobatan dengan ramuan tradisional Tiongkok/akupunktur diberikan dokter dari RRT.</p>
<p>Pada 4 Agustus 1965 terjadi suatu peristiwa yang ikut memicu pecahnya Gerakan 30 September, yaitu sakitnya Bung Karno. Beredar rumor bahwa Soekarno pingsan dan mengalami koma. Sebetulnya yang terjadi, Bung Karno mengalami TIA (transient ischaemic attack), yaitu stroke ringan akibat penyempitan sesaat (spasme) pada pembuluh darah otak. Bukan stroke karena perdarahan atau adanya bekuan darah dalam pembuluh darah otak. Dokter meminta Soekarno berbaring di kamar. Para dokter menyarankan agar dia tidak usah berpidato pada 17 Agustus 1965 karena kondisi kesehatannya belum pulih. Seandainya dia berpidato, jangan lebih dari satu jam. Ternyata Presiden Soekarno berpidato lebih dari satu jam dan untungnya tidak terjadi apa-apa.</p>
<p>Awal 1969, Soekarno pindah dalam status bisa dikatakan &#8220;tahanan rumah&#8221; ke Wisma Yaso di Jalan Gatot Subroto (sekarang Museum Satria Mandala). Sementara itu, presiden RI pertama itu terus diperiksa oleh Kopkamtib. Setelah sakit Soekarno makin parah, barulah Soeharto memerintahkan menghentikan interogasi.</p>
<p>Soekarno mendapat perawatan reguler seperti di rumah sakit biasa, dalam arti diukur suhu badan dan tekanan darah beberapa kali dalam sehari serta jumlah air kencing selama 24 jam. Pernah ada pemeriksaan rontgen. Tidak diberikan diet khusus seperti yang dilakukan terhadap pasien gangguan ginjal. Ketika kondisi Bung Karno kritis, Prof Mahar Mardjono sempat menceritakan kepada Dr Kartono Mohammad bahwa obat yang diresepkannya disimpan saja di laci oleh &#8220;dokter yang berpangkat tinggi&#8221;.</p>
<p>Hanya Diberi Vitamin</p>
<p>Menurut catatan perawat di Wisma Yaso, obat yang diberikan kepada Soekarno adalah vitamin B 12, vitamin B kompleks, Duvadilan, dan Royal Jelly (yang sebenarnya madu). Duvadilan adalah obat untuk mengurangi penyempitan pembuluh darah periferi. Kalau sakit kepala diberi novalgin, sekali-sekali kalau sulit tidur, Soekarno diberi tablet valium.</p>
<p>Ketika tekanan darahnya relatif tinggi, 170/100, tidak diberikan obat untuk menurunkannya. Juga tidak tercatat obat untuk melancarkan kencing ketika terjadi pembengkakan. Bung Karno telah ditelantarkan.</p>
<p>Pada 22 Mei 2006 bersama dr Kartono Mohammad, saya berkunjung ke rumah Rachmawati Soekarnoputri di Jalan Jatipadang, Jakarta Selatan. Rachmawati bercerita tentang dr Suroyo adalah seorang dokter dari dinas kesehatan Angkatan Darat berpangkat kapten (kemudian mayor) yang ditempatkan di Istana menjelang 1965.</p>
<p>Menurut Rachmawati, dr Suroyo inilah yang biasanya merawat hewan-hewan yang ada di Istana Merdeka. Yang aneh pula, urine Soekarno diperiksa pada laboratorim Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor. Entah tidak ada laboratorium yang lain waktu itu di Jakarta. Kami sempat melihat surat dari Pangdam Siliwangi Mayjen HR. Dharsono yang melarang seluruh warga Jawa Barat mengunjungi atau dikunjungi Soekarno. Selain itu, ada surat dari Pangdam Jaya Amir Machmud yang menetapkan bahwa seluruh dokter yang akan mengunjungi Bung Karno harus sepengetahuan dan didampingi dr Kapten Suroyo.</p>
<p>Ketika kesehatan Soekarno semakin kritis, pipinya terlihat bengkak, gejala pasien gagal ginjal. Guruh dan Rachmawati sempat memotret ayahnya. Foto itu sempat beredar pada pers asing. Guruh dan Rachmawati kontan diinterogasi di markas CPM Guntur, Jakarta.</p>
<p>Kenyataan yang tidak banyak diketahui masyarakat tentang kondisi kesehatan dan perawatan Bung Karno sengaja dikemukakan di sini, sungguhpun teramat pahit, bukanlah untuk memelihara dendam. Ini demi menuruti pandangan beliau agar kita &#8220;Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah&#8221;. Bangsa ini perlu belajar dan memetik hikmah dari sejarah masa lampau agar lebih arif dan proporsional dalam menyikapi persoalan hari ini.</p>
<p>(Dr Asvi Warman Adam, ahli peneliti utama LIPI)</p>
<p></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/behesti.wordpress.com/114/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/behesti.wordpress.com/114/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/behesti.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/behesti.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/behesti.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/behesti.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/behesti.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/behesti.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/behesti.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/behesti.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/behesti.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/behesti.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/behesti.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/behesti.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/behesti.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/behesti.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=114&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://behesti.wordpress.com/2008/01/13/soeharto-vs-soekarno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5494aeca9d963b07abdbe9e95011c673?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abdillah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tasbih Sayyidah Fathimah Zahra as</title>
		<link>http://behesti.wordpress.com/2008/01/13/tasbih-sayyidah-fathimah-zahra-as/</link>
		<comments>http://behesti.wordpress.com/2008/01/13/tasbih-sayyidah-fathimah-zahra-as/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 10:17:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>behesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://behesti.wordpress.com/2008/01/13/tasbih-sayyidah-fathimah-zahra-as/</guid>
		<description><![CDATA[ Imam Ali as menuturkan, “Pada suatu hari, sejumlah raja Ajam (non-Arab) mengirim beberapa budak wanita sebagai hadiah kepada Rasulullah Saw. Aku berkata kepada Fathimah as., ‘Datanglah engkau kepada Rasulullah dan mintalah darinya pembantu (untuk mengurusi rumah)!’”.     Sayyidah Fathimah as. pergi mendatangi ayahandanya, kemudian ia meminta dari beliau.            Rasulullah Saw. berkata, “Wahai Fathimahku! Aku akan memberikanmu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=113&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Times New Roman"><b><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"></span></b></font> <font face="Times New Roman"><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">Imam Ali as </span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">menuturkan, “</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">Pada suatu hari</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">,</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"> sejumlah raja </span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">A</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">jam (</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">non-A</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">rab) me</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">n</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">girim beberapa budak wanita sebagai hadiah kepada Rasulullah Saw</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">.</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"> </span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">A</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">ku berkata kepada Fathimah as</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">.,</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"> </span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">‘</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">Datanglah engkau kepada Rasulullah</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"> dan</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"> mintalah darinya pembantu (untuk </span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">mengurusi </span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">rumah)</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">!’”.</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"><span>     </span>Sayyidah Fathimah as</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">.</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"> pergi mendatangi ayahandanya</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">, </span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">kemudian ia meminta dari beliau.<span>            </span>Rasulullah Saw</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">.</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"> berkata</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">,</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"> </span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">“</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">Wahai Fathimahku! Aku akan memberikanmu sesuatu, yang lebih baik dari pembantu</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">,</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"> bahkan lebih baik dari dunia dan seisinya</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">; </span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"><span>      </span></span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">“</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">Setiap</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"> </span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">setelah</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"> </span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">melakukan salat, bacalah tiga puluh empat kali <i><span>Allahu Akbar</span>, </i>tiga puluh tiga kali <i><span>Alhamdulillah,</span></i> </span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">dan </span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">tiga puluh tiga kali <i><span>Subhanallah,</span> </i>kemudian<span> </span>akhiri dengan membaca <i><span>Lailahaillallah</span></i></span><i><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">!</span></i><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"> </span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">P</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">ekerjaan ini lebih baik daripada yang engkau minta, dunia dan seisinya ada di</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"> </span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">dalamnya.</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">”</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"> </span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"><span>     </span>Setelah itu Sayyidah Fathimah selalu membaca tasbih ini setiap kali se</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">usai</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"> menunaikan ibadah salat</span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">. Oleh karena itu, </span><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;">tasbih ini dinisbahkan kepada beliau.<b> </b><span> </span></span><i>Bihar al-Anwar </i><span><span> </span></span>j<span>il</span>id<span>. 85, </span>h<span>al. 336.</span><i><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"> </span></i><span style="font-family:'Goudy Old Style';letter-spacing:-0.2pt;"><span>  </span></span></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/behesti.wordpress.com/113/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/behesti.wordpress.com/113/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/behesti.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/behesti.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/behesti.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/behesti.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/behesti.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/behesti.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/behesti.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/behesti.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/behesti.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/behesti.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/behesti.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/behesti.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/behesti.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/behesti.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=113&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://behesti.wordpress.com/2008/01/13/tasbih-sayyidah-fathimah-zahra-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5494aeca9d963b07abdbe9e95011c673?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abdillah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bush Tiba di Israel</title>
		<link>http://behesti.wordpress.com/2008/01/12/bush-tiba-di-israel/</link>
		<comments>http://behesti.wordpress.com/2008/01/12/bush-tiba-di-israel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 09:04:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>behesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://behesti.wordpress.com/2008/01/12/bush-tiba-di-israel/</guid>
		<description><![CDATA[Presiden AS George W. Bush akhirnya tiba di Israel, yang merupakan kunjungan pertamanya ke wilayah pendudukan Israel di Palestina. Bush mengklaim kunjungannya itu untuk menindaklanjuti Konferensi Annapolis di Maryland dalam upaya perdamaian Palestina-Israel. Bush akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert di Al-Quds pada hari Kamis (10/1), termasuk dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas. Bush [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=111&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="2" face="Verdana"><a href="http://behesti.files.wordpress.com/2008/01/abbas.jpg" title="abbas.jpg"><img src="http://behesti.files.wordpress.com/2008/01/abbas.thumbnail.jpg?w=450" alt="abbas.jpg" /></a></font></p>
<p><font size="2" face="Verdana">Presiden AS George W. Bush akhirnya tiba di Israel, yang merupakan kunjungan pertamanya ke wilayah pendudukan Israel di Palestina. Bush mengklaim kunjungannya itu untuk menindaklanjuti Konferensi Annapolis di Maryland dalam upaya perdamaian Palestina-Israel.</p>
<p>Bush akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert di Al-Quds pada hari Kamis (10/1), termasuk dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas. Bush juga rencananya akan mengunjungi kota-kota di Tepi Barat seperti Ramallah dan Beit Lahm.</p>
<p>Beberapa jam sebelum kedatangan Bush, seorang tentara Israel menembak seorang aktivis pejuang Palestina di Jalur Ghaza. Sumber medis mengatakan, aktivis yang gugur itu adalah anggota Jihad Islam. Salah seorang pimpinan Jihad Islam mengatakan, pasukan Zionis Israel membunuh sejumlah anggotanya dengan misil setelah kelompok Jihad Islam menembakkan sekitar empat roket ke bagian selatan wilayah Israel.</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/behesti.wordpress.com/111/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/behesti.wordpress.com/111/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/behesti.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/behesti.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/behesti.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/behesti.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/behesti.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/behesti.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/behesti.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/behesti.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/behesti.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/behesti.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/behesti.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/behesti.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/behesti.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/behesti.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=111&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://behesti.wordpress.com/2008/01/12/bush-tiba-di-israel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5494aeca9d963b07abdbe9e95011c673?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abdillah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://behesti.files.wordpress.com/2008/01/abbas.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">abbas.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perang Oil</title>
		<link>http://behesti.wordpress.com/2008/01/11/perang-oil/</link>
		<comments>http://behesti.wordpress.com/2008/01/11/perang-oil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jan 2008 13:05:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>behesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://behesti.wordpress.com/2008/01/11/perang-oil/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=110&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://behesti.files.wordpress.com/2008/01/naft.jpg" title="naft.jpg"><img src="http://behesti.files.wordpress.com/2008/01/naft.jpg?w=450" alt="naft.jpg" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/behesti.wordpress.com/110/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/behesti.wordpress.com/110/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/behesti.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/behesti.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/behesti.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/behesti.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/behesti.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/behesti.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/behesti.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/behesti.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/behesti.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/behesti.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/behesti.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/behesti.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/behesti.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/behesti.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=110&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://behesti.wordpress.com/2008/01/11/perang-oil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5494aeca9d963b07abdbe9e95011c673?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abdillah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://behesti.files.wordpress.com/2008/01/naft.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">naft.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Soeharto; Menjelang Kematian</title>
		<link>http://behesti.wordpress.com/2008/01/07/soeharto-menjelang-kematian/</link>
		<comments>http://behesti.wordpress.com/2008/01/07/soeharto-menjelang-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 08:39:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>behesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://behesti.wordpress.com/2008/01/07/soeharto-menjelang-kematian/</guid>
		<description><![CDATA[Presiden SBY : &#8220;Proses hukum Soeharto jalan terus&#8221; Hidayat Nur Wahid : &#8220;Kasus hukum Soeharto sebaiknya diselesaikan&#8221; Jaksa Agung : &#8220;Gugatan Soeharto jalan terus&#8221; Amin Rais : &#8220;Adili Soeharto sebelum Mahkama Illahi mengadilinya&#8221; Rakyat : &#8220;Jangan biarkan Soeharto mati sebelum mengembalikan uang rakyat&#8221; Malaikat : &#8220;Siap menyambut Soeharto dengan azab yang pedih&#8221; Tuhan : &#8220;Jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=108&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Presiden SBY : &#8220;Proses hukum Soeharto jalan terus&#8221;</p>
<p>Hidayat Nur Wahid : &#8220;Kasus hukum Soeharto sebaiknya diselesaikan&#8221;</p>
<p>Jaksa Agung : &#8220;Gugatan Soeharto jalan terus&#8221;</p>
<p>Amin Rais : &#8220;Adili Soeharto sebelum Mahkama Illahi mengadilinya&#8221;</p>
<p>Rakyat : &#8220;Jangan biarkan Soeharto mati sebelum mengembalikan uang rakyat&#8221;</p>
<p>Malaikat : &#8220;Siap menyambut Soeharto dengan azab yang pedih&#8221;</p>
<p>Tuhan : &#8220;Jika ajalnya telah tiba, tidak bisa ditunda walau hanya sesaat saja &#8230;. jika ia telah berpulang &#8230; kebenaran menjadi nyata baginya, dan azab yang pedih akan mengenai orang-orang dhalim&#8221;.</p>
<p>Soeharto : &#8220;Oh andai &#8230;daku sebongkah tanah &#8230; kembalikanlah daku ke dunia untuk melakukan kebajikan &#8230;&#8221;</p>
<p>Tuhan : &#8220;tiada maaf dan tiada tempat kembali bagimu ke dunia&#8221;</p>
<p>Soeharto : &#8220;Hai saitan, kau yang telah memperdayaku &#8230; tolonglah aku&#8221;</p>
<p>Syaitan : &#8220;Hai bahlu &#8230; emangnya yuo ga punya otak?&#8221;</p>
<p>doa ulama untuk Soeharto : &#8220;Allahumma hancurhum wa wali&#8217;wali&#8217;hum min dassihim ila sikilihim&#8221;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/behesti.wordpress.com/108/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/behesti.wordpress.com/108/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/behesti.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/behesti.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/behesti.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/behesti.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/behesti.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/behesti.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/behesti.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/behesti.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/behesti.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/behesti.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/behesti.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/behesti.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/behesti.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/behesti.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=108&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://behesti.wordpress.com/2008/01/07/soeharto-menjelang-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5494aeca9d963b07abdbe9e95011c673?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abdillah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ideologi Fasad</title>
		<link>http://behesti.wordpress.com/2008/01/04/ideologi-fasad/</link>
		<comments>http://behesti.wordpress.com/2008/01/04/ideologi-fasad/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 09:44:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>behesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://behesti.wordpress.com/2008/01/04/ideologi-fasad/</guid>
		<description><![CDATA[Para pemimpin dunia saling gundah tentang perubahan iklim dan alam semesta yang kian diambang kehancuran. Gundah tentang kemiskinan. Tentang tatanan dunia yang sarat dengan krisis. Tentang masa depan manusia dan seluruh makhluk Tuhan yang sedang dipertaruhkan. Tapi, sempatkan mereka berpikir dari mana asal mula kehancuran di jagad raya yang kita huni ini? Kenapa lingkungan rusak. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=107&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para pemimpin dunia saling gundah tentang perubahan iklim dan alam semesta yang kian diambang kehancuran. Gundah tentang kemiskinan. Tentang tatanan dunia yang sarat dengan krisis. Tentang masa depan manusia dan seluruh makhluk Tuhan yang sedang dipertaruhkan. Tapi, sempatkan mereka berpikir dari mana asal mula kehancuran di jagad raya yang kita huni ini? Kenapa lingkungan rusak. Hutan gundul. <span id="more-107"></span></p>
<p>Bumi kian panas. Orang-orang miskin kian bertambah jumlah dan rasa deritanya. Orang-orang tak bersalah dan bangsa-bangsa yang tak berdaya kian tertindas dan menderita seperti terjadi di Palestina dan Irak. Mengapa tidak memulai berpikir dari hulu, bukan dari hilir.</p>
<p>Boleh jadi tahu. Bahwa kehancuran dunia dan alam semesta serta isinya di abad mutakhir ini karena ulah manusia dan sistem yang merusak, selain karena proses alamiah. Karena ulah manusia dan sistem yang diciptakannya. Namun, belum tentu para tokoh wibawa dunia itu benar-benar mampu membebaskan diri dari ulah manusia dan sistem yang merusak itu. Boleh jadi pula mereka bahkan menjadi pendukung dan bahkan pelaku perilaku dan sistem yang merusak itu.</p>
<p>Para aktivis lingkungan dan kalangan kritis menuding biang semua kerusakan atau kehancuran dunia ialah kapitalisme. Manusia dan sistem kapitalis, yang nafsu angkara murkanya menghunjam ke bumi dan menjulang tinggi ke langit. Para tokoh agama pun berteriak yang sama, bahwa kapitalisme globallah yang menjadi akar dan sebab kehancuran dunia saat ini.</p>
<p>Bahkan neokapitalisme dan berbagai ketidak-adilan ekonomi-politik global yang kini merajalela secara sistematik ke seluruh penjuru dunia, tiada lain sebagai anak kandung atau rumpun biologis dan ideologis dari dajjal kapitalisme itu. Sayap terbarunya yang tak kalah merajalelanya ialah neoliberalisme.</p>
<p>Namun apa daya. Para pemimpin dunia yang menentukan hitam-putihnya berbagai kebijakan di jagad raya saat ini sungguh menjadi pendukung setia dan pelaku sistem kapitalisme, neoimperalisme, dan neoliberalisme yang massive itu. Mereka adalah para pemimpin negara-negara maju, sang biang kapitalisme global. Bahkan para pemimpin dunia kedua dan dunia ketiga, termasuk Indonesia, kebanyakan menjadi satelit-satelit paling setia dari hegemoni para pemimpin dunia di negara adidaya itu. Ada negara dan pemimpin sentral, ada pula negara dan para pemimpin periferal.</p>
<p>Ideologi kapitalisme melahirkan nafsu dan perilaku yang rakus. Dengan mengejar keuntungan yang sebesar-sebesarnya, sistem yang satu ini memanjakan siapa pun yang mau dan mampu mengejar dan mewujudkan apa pun yang serba besar, menguntungkan, dan berlebih. Kerakusan adalah esensi dari ideologi kapitalisme. Kehancuran dan kerusakan di muka bumi ini sesungguhnya lahir dari rahim ideologi yang memang berwatak merusak dan menghancurkan.</p>
<p>Sistem yang memproduksi kehancuran atau kerusakan itu celakanya justru mampu memanjakan orang-orang yang melakukannya seolah-seolah membawa misi kebaikan. Masyarakat dunia, bahkan yang menjadi korban, dibuainya seolah bukan memperoleh keburukan dari sistem dan pelaku yang merusak itu, sebaliknya memperoleh berkat atau kebaikan. Inilah yang disebut ideologi kerusakan. Ideologi kehancuran, lebih tepatnya ideologi pengrusakan atau penghancuran.</p>
<p>Islam memperkenalkan &#8220;ideologi&#8221; penghancuran atau perusakan itu dengan istilah &#8220;al-fasad&#8221; atau &#8220;fasad&#8221; sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat ke-11. Pesan Allah itu berbunyi, yang artinya: &#8220;Dan bila dikatakan kepada mereka: &#8220;Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi.&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.&#8221;.</p>
<p>Di lain ayat Alquran, Allah juga menegaskan bahwa kerusakan atau penghancuran di muka bumi ini, tiada lain karena ulah tangan manusia sendiri. Manusia perusak, tidak merasa dan mengakui dirinya merusak, bahkan sebaliknya mengklaim diri sebagai pembangun. Itulah paradoks manusia perusak. Mengakui diri membangun, tetapi yang terjadi sesungguhnya merusak. Itulah ideologi fasad, ideologi perusakan atau penghancuran dunia.</p>
<p>Kini, ideologi fasad itulah yang mencengkeram alam pikiran dan sistem kehidupan dunia abad supermodern. Terlalu banyak contohnya. Alam dan isinya rusak karena kerakusan nafsu eksploitasi yang melekat dan jiwa kapitalisme dan bersarang kokoh pada jantung hati dan pikiran manusia-manusia pelakunya seperti para pengusaha dan pejabat yang korup. Para perusak alam dan lingkungan itu bukan mengambil sedikit, bahkan sebanyak-banyaknya demi keuntungan yang sebesar-besarnya, bila perlu dan memang sering melalui cara-cara yang haram tetapi legal.</p>
<p>Maka tidak mengherankan bila pembalak hutan yang merugikan bangsa dan negara, malah bebas dari hukuman karena banyak pihak yang semestinya menegakkan hukum telah dimanjakan oleh suap, sogok, dan fasilitas. Hukum tidak lagi tegak di tangan penegak hukum, malah mati-suri, tetapi semuanya berpikir sama bahwa perusak hutan dan alam itu tidak bersalah. Hingga kapan pun perusak kehidupan akan leluasa hidup di tengah sistem dan perilaku yang memberikan keleluasaan.</p>
<p>Ideologi fasad kini masuk ke ruang-ruang kehidupan di mana pun. Televisi katanya hadir untuk memberikan tuntunan, tetapi senyatanya banyak meracuni generasi bangsa. Merusak akidah, akhlak, dan nalar sehat. Menguras energi fitri anak-anak bangsa sejak dini, hingga mereka larut dalam setiap tayangan dari bangun tidur sampai jelang tidur kembali. Menayangkan pola hidup mewah, hedonis, seks bebas, hingga segala macam parade hidup yang tidak karu-karuan. Televisi sebenarnya telah menjelma menjadi pembunuh kehidupan generasi manusia menyamai genocide di masa lampau.</p>
<p>Tak mudah menghadapi ideologi fasad yang berada dalam bingkai sistem dan rezim yang kendati banyak melahirkan benih-benih kerusakan tetapi pada saat yang sama banyak memanjakan setiap orang dengan citra serba baik. Pada waktu yang sama kekuatan-kekuatan alternatif seperti agama dan para agamawan juga terninabobokan oleh sistem dasamuka itu.</p>
<p>Arundhati Roy pernah menyuarakan dengan lantang di India melalui karyanya <i>The God of Small Things</i>. Di sebuah desa di barat daya India, Kerala, justru agama selain ideologi dan negara tidak lagi kuasa melawan kapitalisme, sebaliknya menjadi bagian dari rezim raksasa itu. Agama dan kaum agamawan bahkan menjadi tidak peduli dengan derita kaum miskin dan papa; mereka justru berada dalam sistem yang membuat kaum dhu&#8217;afa dan mustadh&#8217;afin itu tetap berada dalam lingkaran sistem yang menindas dan memarjinalkan. Agama, negara, dan ideologi dunia saat ini tak mampu membebaskan kaum Sudra dari marjinalisasi sistem kasta di India, juga di belahan bumi lain.</p>
<p>Ekonom Jerman, Schumaker pernah menawarkan aternatif radikal: Kecil Itu Indah, Small Is Beautiful. Guna melawan ekonomi yang serba raksasa yang digerakkan oleh mesin kapitalisme dunia, diperlukan ekonomi kecil yang mampu membebaskan orang-orang miskin di muka bumi ini. Sistem yang raksasa justru harus dilawan oleh yang kecil tetapi kokoh. Melawan Golliath perlu seorang David.</p>
<p>Dawud (David) yang kecil, atas izin Allah dan kekuatan dirinya serta dukungan raja Thalut yang bijaksana dari negeri Bani Israil akhirnya mampu mengalahkan Jalut (Golliath) yang perkasa dari negari Amaliq. Tuhan mengabadikan kisah Dawud dan Thalut melawan pasukan Jalut itu dalam Al-Quran: &#8220;&#8230;berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah dan Allah bersama orang-orang yang sabar.&#8221; (QS Al-Baqarah{2}: 249).</p>
<p>Memang tak mudah meruntuhkan rezim yang raksasa, yang ideologinya telah mendarah-daging dalam denyut nadi setiap orang di muka bumi ini. Selalu ada psikologi kecemasan, kekhawatiran, ketakutan, bahkan pesimisme dan fatalisme dalam diri banyak orang yang telah berada dalam kungkungannya. Ketika Thalut membangunkan kesadaran kaumnya untuk melawan kedigdayaan rezim Jalut, kaumnya selain lemah mental juga tergiur untuk minum air di sungai padahal kala itu seharusnya dihindari. Pasukan Thalut yang telah meminum air sungai itu lantas berkata: &#8220;tidak ada kesanggupan kami untuk melawan Jalut dan tentaranya&#8221;. Bahkan ketika Dawud yang diminta Thalut untuk menjadi martir melawan Jalut yang raksasa, anak muda Bani Israil ini selain dicemaskan kaumnya juga dilecehkan Jalut sebagai sosok kemustahilan.</p>
<p>Gerakan melawan ideologi fasad perlu dari semua jurusan. Mulailah segala sesuatu dari hulu, jangan dari hilir. Produksi pikiran-pikiran baru yang bersifat alternatif. Lakukan langkah-langkah perintisan, yang juga bersifat alternatif. Bangun sinergi dan kekuatan lintas peradaban. Tak perlu menuggu besar dan raksasa, dimulai dari kecil pun lama-kelamaan akan menjadi gelombang besar. Tak perlu menunggu janji-janji besar dunia politik dan politisi, yang menjanjikan perubahan struktural tetapi sekadar kerja-kerja pinggiran dan retorika. Kecil itu sebenarnya indah, asalkan kita meyakini dan mengembangbiakkannya dengan spirit menggelora untuk menghadirkan gerakan pencerahan dan pembebasan</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/behesti.wordpress.com/107/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/behesti.wordpress.com/107/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/behesti.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/behesti.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/behesti.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/behesti.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/behesti.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/behesti.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/behesti.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/behesti.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/behesti.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/behesti.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/behesti.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/behesti.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/behesti.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/behesti.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=behesti.wordpress.com&amp;blog=1438045&amp;post=107&amp;subd=behesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://behesti.wordpress.com/2008/01/04/ideologi-fasad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5494aeca9d963b07abdbe9e95011c673?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abdillah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
