Wawancara dengan Seorang Mujahidah Afghan

Publikasi: 16 Apr 2007
Wawancara ini dilakukan oleh seorang
saudari kita (qurban khoroona) terhadap
seorang Mujahidah Afghan, Ummi
Riazullah.

Beliau adalah saudari dari empat
syuhada dan beliau sendiri adalah
seorang Mujahidah. Beliau turut serta
dalam pertempuran selama invasi Sovyet.
Suaminya adalah pria yang telah
berumur, dia diseruduk seekor sapi
sehingga tangannya patah sampai
sekarang. Karena perawatan yang kurang
baik, sikunya menjadi tidak normal
seperti semula. Kita mohon pada Allah
agar dia diberi kesembuhan sehingga
dapat melakukan sesuatu untuk Islam
kembali.

Ummi Riazullah aslinya berasal dari
Kabul, Afghanistan. Beliau pindah ke
Pakistan dan saat ini tinggal di salah
satu tempat pengungsi di Pakistan.
Beliau sekarang berumur 60-an tahun,
tetapi Masha Allah semangatnya seperti
gadis berumur 20 tahun. Anak laki-
lakinya adalah seorang Mujahid, begitu
juga cucu laki-lakinya juga seorang
Mujahid. Suaminya adalah seorang muslim
yang taat dan wajahnya dipenuhi cahaya
keimanan.

Saya: Assalamu’alaikum warahmatullah
wabarakatuh

Mujahidah: Wa’alaikumussalam
warahmatullah wabarakatuh

Saya: Darimana anda berasal ?

Mujahidah: Saya berasal dari Kabul…

Saya: Kapan anda datang ke tempat
pengungsian ini di Pakistan ?

Mujahidah: Kami adalah salah satu
pengungsi yang datang sejak awal.
Mulanya mereka mengirim kami ke
[diedit] dan kemudian kami dipindahkan
ke sini. Akhirnya kamipun tinggal di
sini

Saya: Apakah anda bermaksud pulang
kembali ke Afghan ?

Mujahidah: Jika mereka mengijinkan kami
tetap tinggal, tapi jika mereka tidak
mengijinkan maka kami harus pulang.
Saya tidak ingin kembali ke Afghan
karena Pemerintahan Kafir berkuasa
kembali, dimana mereka sangat rakus dan
serakah, insyaAllah perut mereka akan
dipenuhi api neraka.

Saya: Maukah anda menceritakan pada
saya tentang Jihad di negara anda ?

Mujahidah: Jihad terus berlangsung
putriku, masih berlangsung dan
insyaAllah akan tetap ada sampai hari
Kiamat.

Saya: Apakah ada diantara anggota
keluarga anda yang turut serta dalam
Jihad ?

Mujahidah: Ya, yaitu cucuku. Dia berada
di Helmand dan juga anakku sendiri, dia
di negara ini sekarang berjihad dengan
media. Banyak tentara Amerika di sana.
Mujahidin berada di jalan Allah… dan
siang malam mereka ada yang meninggal,
dan Alhamdulillah mereka meninggal
dengan cara luar biasa. Semua ini
adalah Rahmat dari Allah.

Saya: Siapa anak kecil yang duduk
dengan anda ?

Mujahidah: Dia juga cucuku, dia belajar
di sebuah Madrasah di kamp sini.

Saya: Akankah anda mengirimnya dalam
Jihad juga ?

Mujahidah: Kenapa tidak jika nanti
Allah telah menjadikannya dewasa.
Apakah dia bukan anak seorang Muslim ?
Nabi kita dan para sahabatnya dulu
berjihad, misalnya saja di perang
Badar, Uhud dan perang-perang lainnya.
Kita tidak lebih baik daripada mereka
dari sisi apapun. Mereka telah diberi
kabar gembira dengan surga ketika masih
hidup, sementara iman yang kita miliki
sangat kecil dibandingkan mereka.

Saya: Dimana keluarga anda yang lain ?
di Kabul ?

Mujahidah: Ya, mereka ada di Kabul.
Semua laki-laki kami ada di Kabul.
Mereka berjihad fie sabilillah dan
semua wanitanya ada di kamp ini. Kami
adalah wanita-wanita satu desa yang
tinggal di kamp ini, dan kamipun senang
berada di sini.

Saya: Apakah wanita juga berjihad di
sana ?

Mujahidah: Tidak, tapi ada beberapa
wanita yang berjihad di Helmand. Di
sana ada bukit-bukit, ketika orang-
orang kafir berkumpul pada satu tempat
mereka menyerangnya dari belakang
bukit. Harta dan barang rampasan dari
orang kuffar kemudian dikumpulkan.
Mereka mencoba menolong negeri mereka
dan Muslimin yang memiliki kekuatanpun
menolong mereka.

Agama ini namanya Islam, panduannya Al
Qur’an. Jika kamu berpegang teguh
padanya tentu jalanmu ke Surga akan
lebih mudah. Tidak peduli berapapun
uang yang kau miliki, tetap tidak bisa
membawamu ke jannah.

Kesengsaraan di dunia hanya sementara,
akan tetapi kesengWawancara dengan
Seorang Mujahidah Afghan yang
Mengagumkan
Publikasi: 16 Apr 2007
Wawancara ini dilakukan oleh seorang
saudari kita (qurban khoroona) terhadap
seorang Mujahidah Afghan, Ummi
Riazullah.

Beliau adalah saudari dari empat
syuhada dan beliau sendiri adalah
seorang Mujahidah. Beliau turut serta
dalam pertempuran selama invasi Sovyet.
Suaminya adalah pria yang telah
berumur, dia diseruduk seekor sapi
sehingga tangannya patah sampai
sekarang. Karena perawatan yang kurang
baik, sikunya menjadi tidak normal
seperti semula. Kita mohon pada Allah
agar dia diberi kesembuhan sehingga
dapat melakukan sesuatu untuk Islam
kembali.

Ummi Riazullah aslinya berasal dari
Kabul, Afghanistan. Beliau pindah ke
Pakistan dan saat ini tinggal di salah
satu tempat pengungsi di Pakistan.
Beliau sekarang berumur 60-an tahun,
tetapi Masha Allah semangatnya seperti
gadis berumur 20 tahun. Anak laki-
lakinya adalah seorang Mujahid, begitu
juga cucu laki-lakinya juga seorang
Mujahid. Suaminya adalah seorang muslim
yang taat dan wajahnya dipenuhi cahaya
keimanan.

Saya: Assalamu’alaikum warahmatullah
wabarakatuh

Mujahidah: Wa’alaikumussalam
warahmatullah wabarakatuh

Saya: Darimana anda berasal ?

Mujahidah: Saya berasal dari Kabul…

Saya: Kapan anda datang ke tempat
pengungsian ini di Pakistan ?

Mujahidah: Kami adalah salah satu
pengungsi yang datang sejak awal.
Mulanya mereka mengirim kami ke
[diedit] dan kemudian kami dipindahkan
ke sini. Akhirnya kamipun tinggal di
sini

Saya: Apakah anda bermaksud pulang
kembali ke Afghan ?

Mujahidah: Jika mereka mengijinkan kami
tetap tinggal, tapi jika mereka tidak
mengijinkan maka kami harus pulang.
Saya tidak ingin kembali ke Afghan
karena Pemerintahan Kafir berkuasa
kembali, dimana mereka sangat rakus dan
serakah, insyaAllah perut mereka akan
dipenuhi api neraka.

Saya: Maukah anda menceritakan pada
saya tentang Jihad di negara anda ?

Mujahidah: Jihad terus berlangsung
putriku, masih berlangsung dan
insyaAllah akan tetap ada sampai hari
Kiamat.

Saya: Apakah ada diantara anggota
keluarga anda yang turut serta dalam
Jihad ?

Mujahidah: Ya, yaitu cucuku. Dia berada
di Helmand dan juga anakku sendiri, dia
di negara ini sekarang berjihad dengan
media. Banyak tentara Amerika di sana.
Mujahidin berada di jalan Allah… dan
siang malam mereka ada yang meninggal,
dan Alhamdulillah mereka meninggal
dengan cara luar biasa. Semua ini
adalah Rahmat dari Allah.

Saya: Siapa anak kecil yang duduk
dengan anda ?

Mujahidah: Dia juga cucuku, dia belajar
di sebuah Madrasah di kamp sini.

Saya: Akankah anda mengirimnya dalam
Jihad juga ?

Mujahidah: Kenapa tidak jika nanti
Allah telah menjadikannya dewasa.
Apakah dia bukan anak seorang Muslim ?
Nabi kita dan para sahabatnya dulu
berjihad, misalnya saja di perang
Badar, Uhud dan perang-perang lainnya.
Kita tidak lebih baik daripada mereka
dari sisi apapun. Mereka telah diberi
kabar gembira dengan surga ketika masih
hidup, sementara iman yang kita miliki
sangat kecil dibandingkan mereka.

Saya: Dimana keluarga anda yang lain ?
di Kabul ?

Mujahidah: Ya, mereka ada di Kabul.
Semua laki-laki kami ada di Kabul.
Mereka berjihad fie sabilillah dan
semua wanitanya ada di kamp ini. Kami
adalah wanita-wanita satu desa yang
tinggal di kamp ini, dan kamipun senang
berada di sini.

Saya: Apakah wanita juga berjihad di
sana ?

Mujahidah: Tidak, tapi ada beberapa
wanita yang berjihad di Helmand. Di
sana ada bukit-bukit, ketika orang-
orang kafir berkumpul pada satu tempat
mereka menyerangnya dari belakang
bukit. Harta dan barang rampasan dari
orang kuffar kemudian dikumpulkan.
Mereka mencoba menolong negeri mereka
dan Muslimin yang memiliki kekuatanpun
menolong mereka.

Agama ini namanya Islam, panduannya Al
Qur’an. Jika kamu berpegang teguh
padanya tentu jalanmu ke Surga akan
lebih mudah. Tidak peduli berapapun
uang yang kau miliki, tetap tidak bisa
membawamu ke jannah.

Kesengsaraan di dunia hanya sementara,
akan tetapi kesengsaraan di akhirat
akan kekal selamanya. Di negara kami
ketika mereka menggali dan menemukan
mayat orang kafir, ada ular yang sedang
menggigit mayat tersebut di dahinya.
Orang-orang yang menggali tadi berdoa
agar mereka dapat meletakkan mayat
tersebut kembali ke lubang kuburnya.
Setelah didoakan oleh mereka ular
itupun pergi. Inilah apa yang terjadi
terhadap kelakuan orang-orang kafir.

Hal lain terjadi pada sebuah mayat yang
didapati telah dikubur 3 tahun,
tubuhnya terlihat masih segar seperti
baru saja kena tembak, darahnya
menyebarkan wangi misk dan warnanya
masih segar. Jenggotnya begitu indah
dan dahinya bercahaya. Ada juga mayat
lain yang kalashnikov-nya masih
menyertainya. Kedua mayat ini sudah 3
tahun terkubur. Kalashnikov-nya masih
dalam keadaan baik begitupun dengan
tubuhnya seolah-olah baru saja
meninggal.

Saya: Bisakah anda ceritakan tentang
cucu anda yang berada di Helmand ?

Mujahidah: Dia menghubungi dua bulan
yang lalu dan mengabarkan bahwa dia
ditempatkan di pos lain dan saat ini
tidak ada kesempatan untuk kembali.
Istrinya di sini dan dia mengatakan
bahwa dia merasakan tanda-tanda bahaya
pada suaminya karena matanya sering
berkedip (berhubungan dengan tahayul,
red). Maka saya beritahu dia agar
jangan berbuat sirik dan bid’ah, semua
ini tidak benar. Jangan ikuti hal-hal
seperti ini yang merupakan perbuatan
syirik dan bid’ah. Dengan
mempercayainya kamu menghancurkan
akidahmu dan aku beritahu dia tidak
usah khawatir dan jangan bersedih,
insyaAllah Allah akan membawa suamimu
pulang.

Saya: Jadi apakah anda Salafi ?

Mujahidah: Ya kami adalah Salafi, ini
adalah agama yang benar. Agama para
salafus sholeh. Kami semua Salafi dan
kami melakukan jihad. Kami tidak
seperti agen-agen kafir yang hanya
menginginkan dollar, mobil dan pesawat.
Sebagian Taliban adalah Salfi dan
sebagian lainnya Deobandi.

Saya: Pernahkah anda turut serta dalam
Jihad ?

Mujahidah: Wanita kami berjihad saat
invasi Sovyet. Saya sendiri turut serta
di dalamnya. Topografi negara kami
adalah pegunungan, kami berjihad dan
menghabiskan malam-malam di pegunungan
dan memukul mundur tentara Rusia,
Alhamdulillah. Dan sekarang kami
kembali ke pegunungan lagi. Kami
meninggalkan segala milik kami di
negara kami. Kami telah membebaskan
negara kami dari Rusia namun kemudian
orang-orang Munafikin diantara kami
yang rakus muncul dan menghancurkan
negara kami. Sekarang orang-orang
Amerika memiliki kekuasaan di sana,
juga orang-orang Munafikin dan Rusia.
Allah bersama kami dan Dia lah Yang
Maha Kuasa.

Saya sendiri pernah berjihad. Kami
menghabiskan tiga malah di pegunungan
dan kami berhasil memukul mundur
tentara Rusia ke suatu tempat hingga
mereka tidak memiliki kesempatan untuk
kembali dan akhirnya mereka
mundur.Taliban masih di Afghanistan dan
insyaAllah mereka akan terus
melanjutkan operasi di sana dan semoga
suatu hari mereka berhasil.

Ketika saya datang dari Afghanistan,
saya memakai chador di mataku dan saya
datang dengan mata tertutup seperti itu
supaya saya tidak melihat orang Kafir
siapaun dan juga sekutu-sekutunya, dan
jika ada kesempatan disingkirkan saya
berdoa pada Allah supaya menghancurkan
mereka atau mencabut mata saya. Wajah
mereka begitu kotor… Allah telah
membawa kami ke negeri Muslimin
[Pakistan], kami telah membuat ruangan-
ruangan temporer bagi kami.

Saya: Namu sekarang orang-orang mulai
akan pulang kembali ke negara mereka
dengan kemauan sendiri..

Mujahidah: Ya mereka akan… Namun
mereka adalah orang-orang yang
mendukung agen-agen tamak KUffar. Saya
adalah wanita miskin dan jika mereka
mencoba untuk membunuh saya maka
mungkin saya akan pergi ataupun saya
tidak akan pergi sampai pemerintahan
Islam Taliban terbentuk di sana. Kenapa
saya harus pergi ke sana sementara
orang-orang Kafir berkeliaran bebas di
sana ? Di sini orang-orang Pakistan
mereka adalah orang-orang yang baik,
mereka membantu kami dan bahkan jika
kami hanya mencukupkan dengan batuan
mereka hal itu sudah cukup bagi kami.

40 Kuffar terbunuh dua bulan lalu dalam
sebuah pertempuran dengan Taliban…
dan tidak seorang Mujahid Taliban-pun
yang terluka, bahkan yang tergorespun
tidak ada. Orang-orang kafir itu
terkapar tewas di tanah dengan wajah
mereka terbenam ke tanah dan lidah-
lidah mereka menjulur. Kemudian sebuah
pesawar datang dan mengangkut semua
mayat itu. Mereka menyisakan banyak
barang rampasan perang. Keponakan laki-
lakiku turut serta dalam perang ini,
dia mengatakan bahwa mereka
memanfaatkan semua barang rampasan
termasuk makanan dan dipastikan
terlebih dahulu kehalalannya. Anakku
mendapat tiga dari empat kalashnikov
dari sana dan kemudian menjual
semuanya. Aku telah mempersembahkan
empat saudara lelakiku dalam Jihad dan
semuanya telah syahid dan seluruh
keluarga kami turut ambil bagian dalam
jihad. Jumlah mereka yang berjihad
sangat banyak, kami memilki keluarga
besar dan para pria dipersembahkan
dalam jihad fi sabilillah.

Jika bukan karena pesawat-pesawat
mereka yang membombardir dari angkasa,
maka hanya sedikit dari kaum laki-laki
kami sudah cukup untuk menghadapi 3
kali lipat jumlah pasukan Kuffar yang
ada saat ini. !!!

Orang-orang kafir memiliki segala jenis
fasilitas, akan tetapi Allah bersama
kami. Allah telah memberikan mereka
hanya dunia, sedangkan bagi kita adalah
Akhirat, insyaAllah.

Berdoalah bagi cucu dan anakku, kami
telah mengirim uang kepadanya, yang
ayahnya telah mengumpulkan sekitar 5000
Rs ($ 83). Kami mengirim uang ini
melalui seorang pria dan terakhir kali
kami memberikannya dua bulan lalu
ketika dia datang ke sini. Pria (kurir)
itu akan datang bulan depan atau
mungkin dia-nya sendiri yang akan
datang dan aku akan membawanya
menemuimu.

qurban khoroona

(alqoidun/alfirdaws)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: