Nabi Isa as mencari Harta Karun

Nabi Isa as pergi dengan beberapa sahabatnya hingga sampai pada suatu perkampungan. Sewaktu mereka mendekati perkampungan itu, mereka menemukan harta karun dan sahabat Nabi Isa berkata : “Wahai Isa, izinkan kami mengumpulkan harta karun ini sebelum hilang”.
Nabi Isa as berkata : “Kalian tetaplah di sini aku ingin mencari harta karun di perkampungan ini?”.
Ketika memasuki perkampungan, langkahnya terhenti di depan rumah wanita tua. Nabi Isa as pun masuk ke dalam rumah yang dihuni wanita tua itu.
Nabi Isa berkata : “Malam ini aku adalah tamumu”. Kemudia Isa as bertanya : “Apa ada orang selain kamu di rumah ini ?”. Wanita tua itu menjawab : “Ya, aku mempunyai seorang putra yang setiap harinya mencari kayu dan menjualnya di pasar serta dengan uang itulah kami hidup”.
Ketika malam tiba, anak itu datang dan wanita tua itu berkata kepadanya : “Malam ini kita memiliki tamu yang wajahnya memancarkan cahaya kewibawaan. Sekarang adalah kesempatan emas buatmu untuk bercakap-cakap denganya dan mengambil manfaat darinya”.
Laki-laki muda itu mendatangi Isa as dan menemaninya hingga menjelang tengah malam. Nabi Isa as bertanya kehidupanya, sementara laki-laki itu bingung bagaimana ia akan menjelaskan kehidupannya.
Nabi Isa as berkata : “Hai anak muda ! aku tahu pikiranmu sibuk dengan sesuatu yang membuatmu bingung. Kalau kamu ada masalah katakanlah kepadaku ! mungkin aku bisa menyelesaikannya”.
Laki-laki itu berkata : “Ya, aku mempunyai masalah dan hanya tuhan yang bisa menyelesaikannya”. Nabi Isa as sedikit memaksanya untuk menjelaskan masalah dan kesusahan yang dihadapinya.
Laki-laki itu berkata : “Masalahku demikian, pada suatu hari aku membawah kayu ke suatu kota, aku melewati sebuah istanah dan pandanganku jatuh pada seorang putri kerajaan. Semenjak itu rasa cinta kepadanya tumbuh di hatiku, sementara aku tahu bahwa hal ini akan menghantarkanku kepada kematian”.
Nabi Isa as berkata : “Wahai anak muda, maukah kamu aku menyiapkan keperluanmu untuk menikah”. Anak itu kemudia pergi ke ibunya dan menceritakan semua yang dikatakan tamunya tadi.
Wanita tua itu berkata : “Anakku, dari tampangnya orang itu tidak mencerminkan seorang pembohong, yang berjanji dan tidak menepatinya. Pergilah dan lakukanlah perintahnya”.
Kerena waktu telah pagi, Nabi Isa as berkata kepadanya : “Pergilah ke raja itu dan mintalah putrinya. Apapun yang terjadi beritahu aku !”. Anak muda itu pun pergi mendatangi wazir dan keluarga kerajaan, seraya berkata : “Aku datang untuk melamar anak raja, aku mohon sampaikanlah hajatku ini kepada raja “.
Mereka tertawa mendengar perkataan anak muda itu dan terheran dibuatnya. Akantetapi karena mereka ini melihat anak itu ditertawakan raja, mereka membawahnya kehadapan raja dan anak muda itu mengungkapkan hajatnya kepada raja.
Dengan nada bercanda raja berkata : “Sewaktu aku menikahkan putriku denganmu, kau harus memberikan beberapa yaqut dan permata kepadaku !”. Raja pun menyebutkan cirri-ciri yaqut dan permata yang tidak akan ditemukan di kerajaan manapun. Anak muda itu kembali dan menceritakan peristiwa itu kepada Isa as. Kemudia Isa as membawahnya ke sebuah batu besar dan macam-macam kerikil yang terhampar di kakinya. Nabi Isa as berdoa kepada Allah SWT dan kerikil-kerikil itu berubah menjadi permata-permata yang di inginkan raja itu.
Anak muda itu membawah beberapa permata itu untuk raja. Ketika raja dan orang-orang yang ada di sekelilingnya melihat permata-permata itu, mereka tertunduk malu.
Mereka berkata : “Hai tukang kayu, dari mana kau dapat permata-permata ini”. Kemudia mereka berkata : “Ini tidak cukup”. Anak muda itu kembali kepada Isa dan menceritakan semua peristiwa yang di alaminya tadi. Nabi Isa berkata : “Ambilah permata-permata itu di tempat semula”.
Anak muda itu sewaktu membawa permata-permata itu ke hadapan raja, ia mengerti bahwa ini bukan peristiwa biasa. Kemudia raja membawahnya ke ruangan dan memintanya untuk menceritakan hal yang sebenarnya. Anak muda itu menceritakan kepada raja mulai dari awal pertemuan dengan anaknya sampai kedatangan tamu di rumahnya. Raja mengerti bahwa tamu anak itu adalah Nabi Isa as dan berkata : “Pergilah dan katakan pada tamumu datanglah ke sini, aku akan menikahkanmu dengan putriku”.
Nabi Isa as pun datang dan raja mengadakan acara pernikahan putrinya dengan anak muda itu. Raja memakaikan anak muda itu sebuah baju kebesaran dan mengantarkan putrinya ke tempat duduk yang telah disediakan.
Pagi harinya raja memanggil anak muda itu dan bercakap-cakap dengannya. Dari sini raja tahu bahwa anak itu adalah orang yang cerdas dan pintar serta layak bagi raja mendapatkan menantu sepertinya, karena ia tidak memiliki anak selain putrinya itu.
Dengan demikian anak muda itu diangkat menjadi pedana mentri. Di malam berikutnya raja menutup umur dan ia pun mewarisi tahta kerajaan itu. Pada hari ketiga Nabi Isa as untuk menguncapkan salam perpisahan pergi mendatanginya. Raja yang baru itu menyambutnya dan berkata : “Wahai orang yang bijaksana, kau telah memberikanku hadiah besar yang tidak dapat aku membalasnya. Akantetapi terlintas sebuah pertanyaan dalam hatiku dan kalau kau tidak menjawabnya semua kenikmatan yang ku milikinya tidak akan ada artinya.
Nabi Isa as berkata : “Tanyakanlah apa yang aku inginkan !”. Anak muda itu berkata : “Di malam hari pikiran ini menghantuiku, kekuatan yang kau miliki yang telah membuat tukang kayu dalam waktu dua hari menjadi seorang raja. Kenapa kamu tidak melakukan hal yang sama kepada dirimu ?
Nabi Isa as berkata : “Seorang yang mengetahui Allah dan kenikmatan yang tak terbatas serta mengetahui kefanaan dan kehinaan dunia, tidak akan pernah menyukai sesuatu yang fana dan hina. Sementara kami berada di sisi Allah SWT larut dalam pengetahuan dan cinta kepadanya, serta kedamaian ruh yang kami miliki tidak akan sebanding dengan kenikmatan dunia.
Kemudia Nabi Isa as menjelaskan kefanaan dunia dan keterbatasannya, serta menjelaskan kenikmatan akhirat dan kehidupan abadi.
Pemuda itu berkata : “Aku ingin bertanya kepadamu, kenapa sesutu yang lebih berharga hanya kau peruntuhkan untuk dirimu dan kau menjebloskanku ke dalam kesusahan ini ?”.
Nabi Isa as berkata : “Aku ingin menguji akal dan kecerdasanmu, dari maqam yang sekrang kau nikmati. Seandainya kau tinggalkan semua yang kau miliki sekarang, maka kamu akan sampai kepada maqam yang lebih tinggi lagi dan akan menjadi uswah dan nasihat bagi yang lain”.
Seketika anak muda itu turun dari singgasananya, melepaskan baju kebesarannya dan memakai kembali baju tukang kayu, lalu pergi bersama Nabi Isa as keluar kota itu. Ketika mereka sampai pada hawariyun, Nabi Isa as berkata : “Inilah harta karun yang aku cari di kota ini dan berkat pertolongan Allah SWT aku menemukannya”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: