Pengaduan Para Penghuni kubur

Rasulullah Saw bersabda:             Ketika musuh Allah – para pendosa berada dalam keranda jenazah untuk diantar kuburunnya, ia berteriak kepada para penggotong yang memba-wanya, dengan teriakan: “Wahai saudara-saudaraku! Dengarkanlah. Aku ingin mengadukan apa yang telah menimpaku, dan aku ingatkan kepada kalian untuk berhati-hati , sehingga tidak tertipu sepertiku ini.            Kemudian ia melontarkan tujuh sesuatu:1-     Aku mengadukan kepadamu tentang syaithon, musuh Allah inilah yang telah menipuku, dan membinasakanku, ia melepaskanku, ia bersumpah untuk menjadi temanku yang sabar dan ikhlas, sehingga menjadikan akal dan pikiranku tertawan dengan janjinya, kemudian ia menipuku.2-     Aku mengadukan kepadamu tentang dunia yang telah menipuku, setelah aku mencintainya, ia melemparkanku dan membuatku hina.3-     Aku mengadukan kepadamu teman-teman penyembah hawa nafsu, aku sangat yakin kepada mrka, namun mereka meninggalkannya dan melemparkanku kedalam kehinaan.4-     Aku mengadukan kepadamu tentang anak-anakku, aku selalu mem- belanya dalam hidupku, aku lebih mndahulukan urusannya dari pada urusanku, akan tetapi sepeninggalku ia mengambil hartaku dan melupakanku dan membiarkan aku disiksa.5-     Aku mengadukan kepadamu tentang hartaku, karena aku telah melupakan hak-kah Allah, dan tidak memenuhi kewajibanku atas- nya, hari ini aku memikul dosaku yang berat, dan mereka menga- mbil manfaatnya.6-     Aku mengadukan kepadamu tentang rumahku, karena ketika aku membangunya penuh dengan penderitaan dan rintangan, harta yang aku butuhkan untuk menjalani hidup aku keluarkan untuk membangunnya, akan tetapi sekarang orang lain yang memakainya. 7-     Aku mengadukan kepadamu tentang lamanya diriku akan tinggal didalam kubur, kubur yang selalu berteriak, aku adalah rumah yang penuh dengan serangga dan ulat, aku rumah yang gelap dan mena- kutkan.Maka Wahai saudara-saudaraku! Jika kalian mampu untuk tidak membawaku kedalam kuburan, bersabarlah untuk membawaku kesana, takutlah akan penderitaan yang akan aku hadapi disana. Karena api neraka, kehinaan, kemarahan Tuhan, telah menjanjikan untukku, kemudian diakhir ceramahnya beliau berkata: “Celakalah aku! karna berpaling dari ketaatan kepada Allah. Oooh! Betapa lamanya tangisanku, tidak ada pemberi syafaat, yang akan mensyafaatiku, tidak ada teman yang membelaku, dan iba pada kadaanku. Oooh seandainya aku dapat kembali kedunia dan menjadi orang-orang mukmin, hingga aku tidak menderita ketika aku meninggal. [1] 


[1] . Biharul Anwar: Jild 6, Hal 258.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: