Tetesan Air Mata

مَا مِنْ شَيْئٍ إِلاَّ وَ لَهُ كَيْلٌ أَوْ وَزْنٌ إِلاَّ الدُّمُوْعَ، فَإِنَّ الْقَطْرَةَ مِنْهَا تُطْفِئُ بِحَارًا مِنْ نَارٍ

Imam Ja’far ash-Shâdiq as berkata, “Segala sesuatu (di dunia ini) pasti memiliki timbangan dan takaran kecuali air mata, karena satu tetes darinya dapat memadamkan lautan api”.(Bihârul Anwâr, jilid 93, hal. 331, Hadis No.14)

Setiap orang yang hidup di dunia ini pasti pernah menangis. Bahkan, pertanda bahwa seorang bayi yang baru lahir itu hidup adalah tangisannya setelah ia keluar dari perut ibunya. Oleh karena itu, orang-orang yang menangani kelahiran seorang bayi ketika tidak mendengarkan tangisannya, mereka akan merasa khawatir akan hidupnya.

Orang-orang yang menangis itu pun memiliki faktor yang beraneka ragam. Kadang-kadang faktor pendorongnya untuk menangis adalah kehilangan harta, putranya meninggal dunia, penyesalan atas dosa-dosa yang pernah dilakukannya, dan sekeranjang faktor lain yang mungkin dimiliki oleh seseorang.

Jika kita merujuk kepada hadis-hadis ma’shûmîn as, kita akan dapatkan bahwa menangis memiliki efek-efek positif yang dapat bermanfaat bagi diri manusia. Di antaranya, menangis dapat melunakkan hati. Dalam hadis di atas, Imam Shâdiq as menegaskan bahwa setetes air mata dapat memadamkan lautan api. Tentunya, tidak semua tangisan dapat memiliki efek seperti itu. Tangisan yang dapat memadamkan lautan api itu adalah tangisan yang muncul dari rasa penyesalan terhadap dosa yang pernah dilakukan oleh seseorang. Tangisan seperti inilah yang dapat memadamkan lautan api neraka yang dikobarkan oleh dosa-dosa seorang hamba. Atau tangisan yang didasari oleh rasa takut kepada Allah.

Dalam banyak hadis disebutkan bahwa menangis karena takut kepada Allah dapat mencahayakan hati dan mencegah seseorang untuk melakukan dosa kembali. (Ghurarul Hikam, Hikmah No.2051). Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa seseorang yang menangis meskipun air matanya hanya satu tetes sebesar kepala lalat dan ia menangis karena takut kepada Allah, Ia akan mengamankannya dari kedahsyatan hari Kiamat. (Bihârul Anwâr, jilid 93, hal.334, Hadis No.25)

Semoga Allah selalu menjadikan mata kita meneteskan air mata karena takut kepadanya. Amin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: