Pesan Haji Rahbar

rahbari_new.jpg

Bismillahirrahmanirrahim

Puji syukur bagi Allah, Tuhan alam semesta. Salawat dan salam kepada junjungan kita Muhammad Al-Mushtofa, dan keluarganya yang termulia serta para sahabatnya yang terpilih.

Salam kepada para peziarah rumah Allah swt, kepada para tamu tanah kekasih, dan kepada para penyambut seruan-Nya. Salam khusus kepada hati-hati yang kembali segar mengingat Allah swt, dan yang terbuka untuk menerima limpahan karunia dan rahmat-Nya.

Pada hari-hari ini, pada malam-malam ini, dan pada detik-detik bak pualam ini, betapa banyak manusia yang dengan penuh kesadaran jiwa melepaskan diri mereka dalam pesona spiritual, dan menerangi hati dan jiwa mereka dengan ketaubatan dan keinsafan. Mengikis karat-karat dosa dan kesyirikan dari diri mereka di tengah ombak rahmat Allah yang datang silih berganti ke tanah suci. Salam Allah swt  bagi hati-hati ini dan kepada para pemiliknya.

Sepatutnya saudara dan saudari menyadari kesempatan besar ini serta memanfaatkannya. Jangan sampai hati kita disibukkan masalah duniawi yang sudah menjadi kesulitan kita sehari-hari. Dengan mengingat Allah swt, bertaubat dan merendahkan diri, serta dengan tekad yang kuat untuk memegang erat kebenaran, berbuat kebajikan, dan berpikir lurus, serta memohon bantuan dari Allah swt, terbangkanlah hati kalian yang merindu ke atmosfer tauhid dan spiritualitas yang murni, dan bekalilah diri kalian untuk tetap bertahan di jalan Allah swt dan shirotul mustaqim. 

Tanah suci ini merupakan pusat  ketauhidan yang sesungguhnya dan murni. Disinilah Ibrahim as, kekasih Allah swt, mementaskan manifestasi tauhid yaitu penguasaan terhadap hawa nafsu dan kepasrahan mutlak di hadapan titah ilahi kepada seluruh penganut tauhid di sepanjang sejarah, dengan membawa belahan jiwanya ke altar pengorbanan. Di sini (tanah suci), Nabi Besar Muhammad saww, mengibarkan panji tauhid di hadapan kaum mustakbirin serta kartel-kartel kekayaan dan kekuatan, dan menyerukan penolakan terhadap orang-orang zalim dan beriman kepada Allah swt, sebagai syarat keselamatan. 

“Maka barang siapa menolak thaghut dan beriman kepada Allah, maka ia telah berpegang teguh pada tali yang kuat.” 

Haji adalah pengkajian ulang dan pemahaman pelajaran-pelajaran agung ini. Berlepas diri dari kaum musyrik dan berhala serta para penyembahnya merupakan ruh ibadah haji. Setiap sudut dalam ibadah haji merupakan pementasan kepasarahan diri kepada Allah, usaha dan perjuangan di jalan-Nya, juga pelepasan diri dari setan, serta melempar, mengusir, dan melawannya. Setiap sudut dalam ibadah haji merupakan manifestasi persatuan dan solidaritas umat kiblat, peleburan seluruh perbedaan alami dan status, serta pengkristalan persatuan, persaudaraan sejati, dan iman. Ini semua adalah pelajaran yang harus kita timba sebagai umat Islam dari belahan dunia manapun, dan berdasarkan pelajaran tersebut kita merencanakan kehidupan dan masa depan kita. 

Al-Qur’an menyebut perlawanan tangguh dalam menghadapi musuh, (ruhamau bainahum) kelembutan dan kasih sayang kepada sesama mukmin, serta penghambaan dan khusyu’ di hadapan Allah swt, sebagai tiga kriteria masyarakat islami.  

محمد رسول الله والذين معه اشدائ علي الکفار رحمائ بينهم تراهم رکعا سجدا يبتغون فضلا من الله و رضوانا

 “Muhammad adalah utusan Allah, dan mereka yang bersamanya adalah orang-orang yang keras terhadap kaum kafir, namun penuh kasih sayang di antara mereka sendiri. Kau akan menyaksikan mereka dalam keadaan ruku’ dan sujud mengharapkan kebaikan dari Allah dan keridhaan-Nya ….” Inilah tiga pilar utama dalam menegakkan kerangka tubuh umat Islam yang mulia dan berwibawa. Melalui fakta ini, kaum Muslimin dapat mendeteksi dengan benar titik kelemahan dunia Islam saat ini.  

Kini, musuh umat Islam adalah para pengelola pusat-pusat arogansi serta kekuatan serakah dan penjajah. Mereka menilai kebangkitan umat Islam sebagai ancaman terbesar bagi kepentingan ilegal dan hegemoni mereka atas dunia Islam. Seluruh bangsa Muslim, khususnya para politisi, ulama, dan cendikiawan serta pemimpin negara, harus membentuk barisan umat Islam sekokoh mungkin dalam menghadapi musuh, menghimpun setiap elemen kekuatan dan membangun kekuatan umat Islam secara benar. 

Ilmu pengetahuan dan makrifat, manajemen dan kewaspadaan, rasa tanggung jawab dan komitmen, tawakal dan keyakinan terhadap janji Allah swt, menghindari keinginan yang tidak berarti demi menggapai keridhaan Allah swt, serta melaksanakan tugas, semua ini merupakan pondasi kekuatan umat Islam yang akan mengantarkan kepada kemuliaan, independensi, serta kemajuan materi dan spiritual. Hal itu pula yang akan mematahkan ketamakan dan gangguan musuh terhadap bangsa-bangsa muslim. 

Kasih sayang sesama Mukminin merupakan pilar kedua dan prasyarat lain dalam mewujudkan kondisi ideal umat Islam. Perpecahan dan permusuhan antar umat Islam merupakan penyakit kronis berbahaya yang harus segera disembuhkan dengan segenap upaya. Cukup lama musuh-musuh Islam berupaya memupuk perpecahan tersebut, dan kini mereka sangat mengkhawatirkan kebangkitan Islam. Sebab itu, kini mereka lebih melipat-gandakan upaya tersebut. Pernyataan semua pihak yang peduli terhadap masalah ini adalah jangan sampai perbedaan berubah menjadi pertentangan dan keragaman juga tidak boleh berakhir dengan permusuhan. 

Bangsa Iran menyebut tahun ini sebagai tahun solidaritas Islam. Penamaan ini dilakukan berdasarkan kesadaran atas eskalasi propaganda musuh dalam menebarkan perpecahan di antara saudara-saudara muslim. Di Palestina, Lebanon, Irak, Pakistan dan Afganistan, propaganda ini telah digulirkan. Sebagian warga sebuah negara muslim bermusuhan dengan sebagian lainnya bahkan saling menumpahkan darah. Pada setiap peristiwa pahit dan tragis ini, jejak propaganda musuh terlihat jelas dan semua pihak menyaksikan tangan-tangan musuh di dalamnya. 

Inti dari perintah Allah, ruhama’ bainahum atau kasih sayang di antara mereka yang disebutkan dalam Al-Qur’an, adalah pemusnahan bibit-bibit permusuhan. Pada hari-hari yang mulia dan dalam berbagai manasik haji ini, kalian menyaksikan kaum Muslimin yang datang dari berbagai penjuru dunia dan dari berbagai mazhab, berkumpul mengelilingi satu rumah, berdiri mengarah pada satu kiblat, bersama-sama melempar batu ke arah (jamarah) simbol setan yang terkutuk, semuanya berkurban dengan cara yang sama sebagai simbol penyembelihan tuntutan hawa nafsu, serta bersama-sama berdoa dengan merendahkan hati di padang Arafah dan Masy‘ar. Sedekat inilah persamaan antarmadzhab Islam dalam berbagai kewajiban dan hukum. Lalu mengapa api fanatisme dan prejudisme harus tersulut di antara mereka sehingga tangan-tangan musuh dapat membuatnya lebih berkobar? 

Saat ini, muncul orang-orang yang berpikiran dangkal dan dengan alasan yang tak berdasar, menyebut sebagian kelompok Muslimin sebagai Musyrikin, bahkan menghalalkan darah mereka. Pada hakikatnya, sadar atau tidak, mereka tengah berkhidmat kepada kesyirikan, kekufuran, dan kekuatan imperialis. Sangat disayangkan sekali, orang-orang yang menganggap penghormatan terhadap makam Rasulullah saw, para wali dan imam alaihimussalam, yang termasuk bagian dari agama dan santun beragama, di-cap sebagai musyrik dan kafir. Sementara, para penuding itu sendiri justru berkhidmat kepada orang-orang kafir dan zalim, serta membantu mencapai tujuan bengis mereka. Para ulama dan cendikiawan yang komit serta pemimpin yang jujur berkewajiban memberantas fenomena berbahaya ini. 

Persatuan dan solidaritas islami dewasa ini menjadi sebuah kewajiban yang dapat direalisasikan melalui kerjasama para cendikiawan dan seluruh pihak yang mempedulikan masalah ini. Dua pilar utama yaitu pembatasan dan perlawanan terhadap arogansi di satu sisi, serta kasih sayang, kekompakan, dan persaudaraan di sisi lain, jika dibarengi dengan pilar ketiga yaitu khusyu’ dan penghambaan di hadapan Allah swt, akan mengantarkan umat Islam ke puncak kejayaannya seperti pada masa awal munculnya Islam, maju secara bertahap, dan seluruh bangsa muslim akan terbebas dari keterbelakangan yang selama ini dipaksakan terhadap mereka. Gerakan besar ini telah dimulai dan gelombang kebangkitan mulai beriak di setiap negeri Islam.  

Media massa dan propaganda musuh serta antek-anteknya kini berupaya menisbatkan setiap gerakan kemerdekaan dan seruan keadilan di setiap bumi Islam kepada Iran atau Syi’ah. Iran yang Islami sebagai pengibar pertama panji kemenangan kebangkitan Islam dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kerugian yang mereka derita akibat pukulan telak para pejuang muslim di negeri-negeri islam. Musuh menyebut prestasi perlawanan Hizbullah dalam perang selama 33 hari melawan Rezim agresor Israel, resistensi terkoordinasi bangsa Irak yang pada akhirnya berhasil membentuk pemerintahan yang tidak diinginkan para penjajah, ketabahan dan konsistensi menakjubkan pemerintahan terpilih Palestina dan pengorbanan warganya, serta berbagai sinyalemen kebangkitan Islam di setiap negara Islam sebagai gerakan iranisme atau Syi’isme. Dengan cara ini mereka berharap dapat mematahkan dukungan terhadap persatuan dunia Islam. Namun intrik ini tidak akan pernah mampu menandingi hukum Allah bahwa kemenangan di tangan para pejuang di jalan Allah swt dan para pembela agama-Nya.  

Masa depan adalah milik umat Islam dan kita semua memikul tanggung jawab sesuai dengan peran dan kemampuan kita untuk menggapai masa depan tersebut. Bagi Anda semua para jemaah haji yang berbahagia, manasik haji merupakan kesempatan terbaik untuk lebih mempersiapkan diri dalam menunaikan janji ini. Semoga taufik Allah swt dan doa Imam Al Mahdi as, membantu kalian menggapai cita-cita agung ini.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sayyid Ali Husseini Khamenei

4 Dzulhijjah 1428 H/ 15 Desember 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: