Club Itali berlogo Gambar Hizbullah

Januari 17, 2008

italian-team1.jpg


Kebangkitan Imam Husein as dan Tujuannya

Januari 17, 2008

Dengan sedikit renungan sepintas terhadap kondisi umum masa itu, akan jelas bagi kita rahasia keputusan Imam Husein as (untuk menentang penguasa diktator pada waktu itu). Periode sejarah paling gelap yang telah menimpa keluarga Rasulullah SAWW dan para pengikut mereka adalah periode dua puluh tahun pemerintahan Mu’awiyah. Setelah berhasil merebut khilafah Islam—dengan segala kelicikan—dan menjadi pemimpin dunia Islam yang terbentang luas kala itu, ia mengerahkan seluruh daya dan kekuatannya untuk mempekokoh tiang-tiang kepemimpinannya dan membasmi Ahlulbait as. Bukan hanya ingin membasmi mereka, bahkan ia menginginkan supaya nama dan kenangan mereka sirna dari ingatan umat manusia. Dengan segala cara, ia berhasil merekrut sekelompok sahabat Rasulullah SAWW yang kala itu dipercaya dan dihormati oleh masyarakat. Ia memerintahkan agar hadis-hadis palsu yang memihak sahabat dan mengesampingkan Ahlulbait as diproduksi sebanyak mungkin. Atas instruksinya juga, Amirul Mukminin as dilaknat dan dicela di atas mimbar-mimbar masjid di seluruh penjuru negara Islam, bak sebuah kewajiban agama. Dengan perantara para anteknya, seperti Ziyâd bin Abîh, Samurah bin Jundab, Busr bin Artât, dan lain-lainnya, ia membantai setiap pengikut Ahlulbait as dimana pun ia dijumpai. Dalam hal ini, ia telah menggunakan segala cara, seperti membeli dengan urang, kekerasan, iming-iming kekuasaan, dan ancaman. Dalam kondisi seperti ini, secara otomatis, mayoritas masyarakat akan enggan untuk menyebut-nyebut nama Ali dan keluarga beliau, dan mereka yang memiliki hubungan kecintaan lama dengan mereka, karena khawatir terhadap jiwa, harta, dan harga dirinya, akan memutuskan hubungan mereka dengan Ahlulbait as. Kita dapat memahami rahasia kebangkitan Imam Husein as dari realita bahwa seluruh masa imâmah beliau yang berlangsung sekitar sepuluh tahun, sezaman dengan pemerintahan Mu’awiyah kecuali beberapa bulan terakhir. Selama masa itu, tidak satu pun hadis dalam dunia fiqih Islam yang berasal dari beliau meskipun beliau bertugas sebagai imam pada masa itu dan penjelas hukum-hukum Islam. Yang kami maksud adalah hadis-hadis beliau yang dinukil oleh masyarakat sebagai bukti keloyalan hubungan mereka (dengan Ahlulbait as), bukan hadis-hadis yang dinukil dari para imam setelah beliau as. Dari sini dapat dipahami bahwa pada masa itu pintu rumah Ahlulbait as ditutup dan hubungan masyarakat dengan mereka mencapai titik nol. Tekanan-tekanan penguasa yang senatiasa memuncak dan mendominasi seluruh penjuru negara Islam tidak mengizinkan kepada Imam Husein as untuk meneruskan perlawanan atau peperangan beliau terhadap Mu’awiyah, dan perlawanan semacam ini pun tidak akan membuahkan hasil ang berarti. Karena: Pertama, Mu’awiyah telah mengambil bai’at dari beliau, dan dengan adanya bai’at ini, tidak seorang pun siap untuk membantu beliau. Kedua, Mu’awiyah telah memperkenalkan dirinya sebagai salah satu sahabat besar Rasulullah SAWW, penulis wahyu, dan tangan kanan ketiga khalifah Muslimin kepada khalayak ramai, dan menjuluki dirinya dengan Khâlul Mukminin (Paman Mukminin). Ketiga, dengan kelicikannya, Mu’awiyah dengan mudah dapat membunuh Imam Husein as melalui tangan orang-orang kepercayaannya, dan setelah itu, ia akan bangkit menuntut balas atas kematian beliau dan (berpura-pura) mendirikan majlis bela-sungkawa atas kematian beliau. Mu’awiyah telah berhasil menciptakan kehidupan Imam Husein as sedemikian rupa sehingga beliau tidak merasa aman meskipun di dalam rumah peribadi beliau, dan pada akhirnya, ia akan dapat membunuh beliau dengan racun melalui tangan istri beliau sendiri. Setelah Mu’awiyah dijemput ajal, Imam Husein as memberontak melawan Yazîd dan mengorbankan seluruh keluarga, sampai-sampai putra beliau yang masih menyusu di jalan (Islam). Pada masa imâmah beliau yang mayoritasnya sezaman dengan pemerintahan Mu’awiyah, beliau tidak mampu melakukan pengorbanan Baca entri selengkapnya »


Januari 17, 2008

italian-team.jpg


Kronologi Tasbih Sayyidah Fathimah Zahra as

Januari 13, 2008

Ketika hendak bertasbih, Sayyidah Fathimah as. mengambil benang yang terbuat dari bulu kambing, kemudian ia menggulungnya sebanyak jumlah takbir dalam bentuk yang bulat. Ia memegangnya dan memutarkanya sembari berdzikir membaca tasbih.
Begitulah Sayyidah Fathimah as. senantiasa bertasbih hingga hari kesyahidan Sayyidina Hamzah bin Abdul Mutthalib Rasulullah Saw. Setelah itu, ia mengganti tasbihnya dengan tanah kuburan Sayyidina Hamzah. Sejak saat itu ia berdzikir dengan tasbih yang beliau buat dari tanah tersebut. Kemudian masyarakat mengikuti apa yang dilakukan oleh beliau. Mereka juga membuat tasbih dari tanah dan menggunakannya untuk berdzikir.
Hal ini terus berlanjut hingga masa kesyahidan Imam Husain as. di padang Karbala. Lantaran tanah kuburan Imam Husain as. itu memiliki keutamaan yang melebihi tanah lainnya, masyarakat menggunakan tanah tersebut sebagai tasbih. Dan setelah itu, tasbih mereka dibuat dari tanah kubur Imam Husain as. Bihar al-Anwar jilid. 85, hal. 333.
Walaupun pada saat ini banyak tasbih yang dibuat dari selain tanah Karbala, akan tetapi yang lebih utama adalah tasbih yang terbuat dari tanah itu, yaitu tanah di mana Imam Husain as dikebumikan.


Soeharto VS Soekarno

Januari 13, 2008


Catatan:
Asvi Warman Adam
Tanggal 12 Januari 2008 pukul 09.44 di Cendana, Ismail Saleh membagikan fotokopi tulisannya yang dimuat pada harian Pelita berjudul Marilah Kita Bangsa Indonesia Wujudkan Petuah: Mikul Dhuwur Mendhem Jero. Di dalam artikel yang ditulis mantan Jaksa Agung era Orde Baru itu dikatakan bahwa Soeharto mengagungkan nama Soekarno dan mengubur dalam-dalam kesalahan Bung Karno.

Betulkah Soeharto melaksanakan prinsip menghormati orang yang lebih tua itu dalam kasus upaya pengadilan terhadap mantan Presiden Soekarno dan lebih-lebih dalam perawatan sang proklamator? Presiden Soekarno tidak dibawa ke pengadilan dengan alasan yang sangat strategis. Kalau dia disidangkan, tentu akan timbul protes dari para pendukung Bung Karno yang masih banyak. Di samping itu, pengadilan bisa membebaskannya karena tidak cukup bukti dia terlibat dalam upaya kudeta yang janggal itu.

Sementara itu, perawatan yang diberikan kepada Presiden Soekarno betul-betul tidak manusiawi. Bagai bumi dengan langit bila dibandingkan dengan perawatan sempurna yang diterima orang kuat Orde Baru itu. Selama 10 kali mengalami masalah kesehatan sejak berhenti jadi presiden pada 1998, Soeharto betul-betul memperoleh perhatian medis yang luar biasa. Baca entri selengkapnya »


Tasbih Sayyidah Fathimah Zahra as

Januari 13, 2008

 Imam Ali as menuturkan, “Pada suatu hari, sejumlah raja Ajam (non-Arab) mengirim beberapa budak wanita sebagai hadiah kepada Rasulullah Saw. Aku berkata kepada Fathimah as., Datanglah engkau kepada Rasulullah dan mintalah darinya pembantu (untuk mengurusi rumah)!’”.     Sayyidah Fathimah as. pergi mendatangi ayahandanya, kemudian ia meminta dari beliau.            Rasulullah Saw. berkata, Wahai Fathimahku! Aku akan memberikanmu sesuatu, yang lebih baik dari pembantu, bahkan lebih baik dari dunia dan seisinya;       Setiap setelah melakukan salat, bacalah tiga puluh empat kali Allahu Akbar, tiga puluh tiga kali Alhamdulillah, dan tiga puluh tiga kali Subhanallah, kemudian akhiri dengan membaca Lailahaillallah! Pekerjaan ini lebih baik daripada yang engkau minta, dunia dan seisinya ada di dalamnya.      Setelah itu Sayyidah Fathimah selalu membaca tasbih ini setiap kali seusai menunaikan ibadah salat. Oleh karena itu, tasbih ini dinisbahkan kepada beliau.  Bihar al-Anwar  jilid. 85, hal. 336.   


Bush Tiba di Israel

Januari 12, 2008

abbas.jpg

Presiden AS George W. Bush akhirnya tiba di Israel, yang merupakan kunjungan pertamanya ke wilayah pendudukan Israel di Palestina. Bush mengklaim kunjungannya itu untuk menindaklanjuti Konferensi Annapolis di Maryland dalam upaya perdamaian Palestina-Israel.

Bush akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert di Al-Quds pada hari Kamis (10/1), termasuk dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas. Bush juga rencananya akan mengunjungi kota-kota di Tepi Barat seperti Ramallah dan Beit Lahm.

Beberapa jam sebelum kedatangan Bush, seorang tentara Israel menembak seorang aktivis pejuang Palestina di Jalur Ghaza. Sumber medis mengatakan, aktivis yang gugur itu adalah anggota Jihad Islam. Salah seorang pimpinan Jihad Islam mengatakan, pasukan Zionis Israel membunuh sejumlah anggotanya dengan misil setelah kelompok Jihad Islam menembakkan sekitar empat roket ke bagian selatan wilayah Israel.